TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Kiprah Kami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiprah Kami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Februari 2015

Cara Walikota Depok Menjaga Generasi Muda

Nur Mahmudi Ismail saat menghadiri acara Maulid Nabi di Balaikota Depok (12/2)



PKSDEPOK (20/2) - Beberapa waktu lalu, saat ramai sejumlah Kepala Daerah mengeluarkan Surat Edaran terkait larangan perayaan hari valentine. Larangan tersebut dikarenakan adanya laporan jumlah generasi muda yang melakukan hubungan seks diluar nikah meningkat saat hari tersebut. Sejumlah pendapat menyatakan perayaan valentine tersebut bukan budaya asli Indonesia dan jelas tidak edukatif bagi rakyat Indonesia.

Terkait permasalahan generasi muda, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Depok sudah melakukan konsolidasi dengan sejumlah pihak seperti Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). PKK mempunyai program Bina Keluarga Remaja, program pembinaan anak-anak remaja, program pembinaan kesadaran bela negara, kalau semua program ini direalisasikan bersama juga dengan kegiatan Pramuka, program relawan lingkungan, duta lingkungan, dan sebagainya. 

"Apalagi, berdasarkan data KPAI, lebih dari 32% usia 14-18 tahun sudah melakukan hubungan seks di luar nikah, maka kepedulian kita adalah bagaimana supaya mereka terhindar dari kegiatan negatif tersebut dan tetap beragama dengan benar," ucap Nur Mahmudi Ismail dalam wawancaranya.

Nur Mahmudi Ismail meyakini kegiatan olahraga, ilmiah, sosial masyarakat, pendidikan adalah sebagai implementasi kurikulum pendidian tahun 2013 dan dapat menjadi solusi alternatif. Seperti beberapa waktu lalu, Pelajar Kota Depok bersama Pemerintah Kota Depok sudah mendeklarasikan A7, yaitu Anti Narkoba,  Anti Tawuran, Anti Miras,  Anti Rokok,  Anti Seks Bebas,  Anti Mencontek dan Anti Bullying.

Selain itu, Nur Mahmudi Ismail mengatakan bahwa Pemerintah Kota Depok selama ini selalu mendorong dan memotivasi supaya generasi muda, khususnya di Kota Depok, untuk mandiri dalam kewirausahaan, kebersihan dengan aktivasi Bank Sampah di banyak daerah, dan masih banyak hal positif lainnya.

Mengenai valentine kemarin, dalam Surat Edaran oleh Dinas Pendidikan Kota Depok tanggal 13 Februari 2014 lalu, bahwa dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, kreatif dan religius di Kota Depok dan mempersiapkan generasi terbaik yang berbudi pekerti di masa depan, Pemerintah Kota Depok menyampaikan hal-hal sebagai berikut : 

1) Mengisi kegiatan-kegiatan positif yang sesuai dengan nilai-nilai budaya ketimuran negara Indonesia,
2) Melarang kegiatan siswa yang berkaitan dengan hari kasih sayang / valentine day, baik di dalam maupun di luar sekolah,
3) Mengajak peran serta masyarakat, khususnya orang tua / wali murid untuk lebih peduli menjaga dan mendampingi putra-putrinya.

Pada tahun 2013 lalu, Tempo memberitakan bahwa Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad telah menghimbau kepada seluruh orangtua, khususnya di Kota Depok, untuk melarang anak-anaknya merayakan valentine dikarenakan Idris memiliki data soal jumlah pelajar Depok telah melakukan hubungan seks di luar nikah. [CCM]

Kamis, 12 Februari 2015

Wakil Walikota Depok Terima Penghargaan Damkar Terbaik Se-Indonesia

Sumber foto : Depoknews


PKSDEPOK (13/2) - Pada Kamis (12/2) kemarin, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo melalui Idris Abdul Shomad selaku Wakil Walikota Depok di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta Pusat.

Dalam paparannya, Idris Abdul Shomad mengatakan bahwa penghargaan ini diraih atas penilaian dari beberapa aspek diantaranya sisi kesiagaan personil, dimana waktu yang ditetapkan untuk penanganan kebakaran di Perda yaitu 20 menit dan Kota Depok dapat memenuhi target rata-rata 18 menit.

Selain itu, mobil Damkar Kota Depok sudah ada yang bisa masuk jalan kecil karena lebarnya hanya 1,7 meter dengan kapasitas 1.000 Lt air. 

Idris juga memaparkan bahwa salah satu nilai ukur mengapa Damkar Kota Depok layak mendapatkan penghargaan Damkar terbaik se-Indonesia karena beberapa waktu lalu Damkar Kota Depok dipercaya untuk melatih beberapa Kabupaten untuk melakukan pelatihan pemadam kebakaran yang dilakukan di Kota Depok.

Kepala Damkar Kota Depok, Yayan Arianto bersyukur atas penghargaan yang diberikan Menteri Dalam Negeri. Bagi Yayan, penghargaan tersebut berarti bahwa Kota Depok dipercaya memangku predikat Kota Terbaik Se-Indonesia dalam Pencegahan Kebakaran Bangunan Gedung dan Pemukiman.

Selama ini, Damkar Kota Depok telah bertugas sesuai prosedur yang berlaku dan turut memberdayakan masyarakat dalam sejumlah kegiatan. 

Yayan menambahkan, Damkar Kota Depok juga telah menandatangani kerja sama dengan perbatasan wilayah agar semakin memperluas daya jangkau untuk mencapai pusat kebakaran.

"Ini merupakan bentuk perhatian dari Pemerintah untuk memperluas jangkauan, karena kita tidak pernah tahu dimana akan terjadi musibah kebakaran," ucap Yayan. [CCM]

Minggu, 08 Februari 2015

Cara Nur Mahmudi Atasi Begal Motor di Depok




PKSDEPOK (8/2) - Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail akhirnya angkat bicara soalnya kasus begal motor yang telah meresahkan warga Depok beberapa hari belakang ini. Nur  mengatakan pemerintah kota Depok akan berkerjasama dengan Polres Depok untuk memasang CCTV (kamera pengintai) di beberapa sudut kota Depok.

"Sudah dengan Polres kita menghendaki soal CCTV tersebut," kata Nur Mahmudi di Apa Kabar Indonesia Malam, Sabtu, 7 Februari 2015.

Lanjut Nur, dia mencontohkan seperti kasus pembegalan di jalan Juanda Depok karena fasilitas lampu jalan yang minim kualitas dan tak menjangkau lebih luas.

"Lampu di jalan Juanda bukan tak mencukupi tapi lampunya terlalu tinggi. Bawahnya ada pohon, sehingga mungkin ada re-design. Jalan Juanda juga jalan nasional jadi kita akan minta ke PU juga," katanya.

Sebagai langkah untuk mengamankan kota Depok, selain menggandeng kepolisian, Nur juga akan mengajak para bikers di Depok untuk melakukan pengawasan.

"Kami sudah mengajak kelompok masyarakat termasuk bikers mereka siap jadi relawan, bantu kita," ucapnya.


Sumber : VIVA

Minggu, 01 Februari 2015

Wakil Walikota Depok Audiensi dengan BIDAK Atasi Pembegalan



PKSDEPOK (2/2) – Sabtu sore (31/1) Wakil Walikota Depok Idris Abdul Samad melakukan audiensi bersama dengan BIDAK (Bikers Depok Anti Kekerasan). Salah satu anggota BIDAK, Agung Andri, menjelaskan bahwa awal kemunculan BIDAK ini adalah keprihatinan karena di media sosial ramai membicarakan seakan-akan Depok adalah ‘kota begal’ padahal kejahatan di Depok itu secara kuantitas menurun, tetapi dicitrakan buruk karena 2-3 kasus akhir-akhir ini.

“BIDAK sudah terbentuk 1 bulan yang berawal dari keprihatinan temen-temen bikers di Kota Depok yang bersifat aliansi taktis karena adanya begal dan perampokan di jalan raya, lalu setelah membentuk BIDAK ini kami lakukan agenda seperti melakukan patroli dan mengadakan pos-pos di bidang tertentu dan Alhamdulillah didukung Polres Kota Depok sehingga setiap patroli kami memiliki kerjasama khusus dengan pihak Polres. Yang jelas, BIDAK tidak melakukan tindak penghakiman di tempat, kami hanya melakukan penyergapan dan diserahkan kepada pihak Polres. Sampai saat ini sudah 7 (tujuh) orang yang kami sergap, baik itu pelaku jambret, begal, dan tawuran di Juanda. Ketujuh orang tersebut sudah kami serahkan kepada Polres. Mereka semua disergap langsung di Jalan Juanda, sekitar jam 11 malam sampai jam 4 pagi. Mereka ada ciri sendiri, tidak sebagaimana pengendara motor pada umumnya. Saran kami, jangan pergi sendiri dan hindari malam terutama perempuan.”

Dalam rilisnya, BIDAK mengajukan 6 (enam) tuntutan dan menyatakan siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota Depok dan Kepolisian Resort Kota Depok untuk membantu terciptanya kondisi aman dan kondusif bagi masyarakat Kota Depok dan khususnya bagi pengguna jalan raya di Kota Depok.

6 (enam) tuntutan itu antara lain :

1) Menciptakan rasa aman kepada masyarakat Kota Depok khususnya pengguna jalan raya di Kota Depok;
2) Melakukan tindakan khusus dan jitu untuk mengantisipasi dan mencegah maraknya aksi pembegalan dan perampokan terhadap pengguna jalan raya di Kota Depok;
3) Memberikan sosialisasi kepada masyarakat Kota Depok melalui media massa di Kota Depok, daerah-daerah, dan/atau jalan-jalan yang rawan pembegalan dan perampokan;
4) Perbaikan sarana dan prasarana di jalan-jalan yang dianggap rawan di Kota Depok, khususnya penerangan jalan raya dan perbaikan kondisi aspal jalan;
5) Pemasangan spanduk himbauan rawan pembegalan dan perampokan di daerah-daerah dan/atau jalan-jalan yang dianggap rawan; dan
6) Meningkatkan piket jaga/patroli dari petugas yang berwenang (Polisi dan Satpol PP) di daerah-daerah rawan dan/atau jalan-jalan yang dianggap rawan, khususnya pada malam hari.

Audiensi Wakil Walikota Depok bersama dengan BIDAK (Bikers Depok Anti Kekerasan) dilaksanakan di lantai 1 Aula Balaikota Depok. [CCM]



Raker Fraksi PKS Bahas 5 RUU

Sumber foto : DPP PKS

Jakarta (31/1) – Fraksi PKS DPR RI menggelar Rapat Kerja yang berlangsung 30-31 Januari 2015. Raker yang juga dihadiri oleh pimpinan Fraksi PKS di semua provinsi di seluruh Indonesia ini, merupakan sarana konsolidasi dan perumusan program kerja lima tahun.
Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini dalam keterangan pers usai Raker menyatakan, sesuai arahan Presiden PKS Anis Matta, seluruh anggota legislatif PKS diharapkan bekerja ikhlas, sungguh-sungguh, dan selalu meningkatkan kapasitas, serta kepedulian untuk menjalankan amanah sebagai anggota Fraksi PKS, baik di DPR maupun DPRD.
Jazuli mengungkapkan, Fraksi PKS DPR akan memperjuangkan Rancangan Undang Undang yang prorakyat, diantaranya RUU Ketahanan Keluarga, RUU Kewirausahaan Nasional, dan RUU Perlindungan Harga dan Kebutuhan Pokok.
“Ketiga RUU ini menjadi prioritas yang akan diperjuangkan Fraksi PKS,” terang Jazuli.
Selain membahas program kerja ke depan, Raker juga membahas beragam persoalan yang menjadi perhatian publik. Di antara persoalan tersebut adalah Perppu No. 1/2014 tentang Pilkada Langsung.
FPKS meberikan catatan terbatas terhadap Perppu Pilkada untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada. Sejumlah hal yang menjadi catatan PKS di antaranya masalah penyelenggara, sengketa Pilkada, syarat umur dan pendidikan calon, paket calon, dan sejumlah hal lainnya.
“Revisi ini dimaksudkan agar Pilkada langsung dapat dilaksanakan secara berkualitas, efektif dan efisien dalam kerangka demokrasi yang lebih substantif,” imbuh Jazuli.
Kemudian terkait permasalahan yang terjadi di dua lembaga hukum, Kepolisian RI (Polri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), FPKS menilai hal tersebut sudah memasuki ranah pemerinah. “Presiden yang mesti mengambil sikap dan memutuskan untuk menyelesaikan masalah tersebut,” lanjutnya.
Kemudian terkait dengan RUU Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN) 2015 FPKS memberi menyampaikan juga sejumlah catatan, yakni: terkait postur APBNP 2015, FPKS mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas yang ditandai, diantaranya: terbukanya 250 ribu lapangan kerja per 1 persen pertumbuhan, penurunan angka kemiskinan ke angka 10,3 persen, penurunan tingkat pengangguran ke angka 5,6 persen, rasio kesenjangan (gini ratio) di 0,4 persen, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta peningkatan kesejahteraan rakyat sebagiamana dimandatkan konstitusi.
Kemudian, terkait dengan penggunaan ruang fiskal, FPKS mengupayakan agar porsi Penyertaan Modal Nasional (PMN) pada BUMN lebih besar dari Rp 49 triliun agar ada alokasi anggaran untuk penambahan Dana Desa, pembangunan irigasi, pembangunan jalan desa.

Sumber : DPP PKS

Jumat, 30 Januari 2015

Wakil Walikota Depok, Dandim dan Polres Depok Kerahkan Ratusan Personil Patroli Malam



PKSDEPOK (31/1) - Dalam rangka kordinasi antisipasi kejahatan malam hari, Wakil Walikota Depok adakan ngopi bareng Kapolres dan Dandim.

Momen ini diadakan di pos polisi lampu merah di Jalan Juanda pada Jumat, 30 Januari 2015 pukul 22.00 WIB.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan patroli keseluruh jalan-jalan kota oleh ratusan personil Kepolisian, TNI, DLLAJ, dan Satpol PP.

Disertasi Netty : Bentuk Perhatian Istri Gubernur Jawa Barat Kepada TKI

PKS Piyungan - Netty Prasetiyani, istri Gubernur Jawa Barat, mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor Bidang Ilmu Pemerintahan dalam mempertahankan disertasinya yang berjudul “Evaluasi Kebijakan Government to Government Indonesia dengan Korea Selatan : (Studi Kasus Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di Korea Selatan)” pada Kamis (29/1) di ruang sidang Gedung Pascasarjana, Universitas Padjajaran, Bandung.

Netty menjelaskan bahwa awalnya ia ingin menulis sejauh mana perspektif kepala daerah di Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat dalam menangani kasus human trafficking. Tapi persoalan ketenagakerjaan meresahkannya sebagai perempuan, dan akhirnya ia pun memilih meneliti isu ini dalam disertasinya.

Korea Selatan dipilih Netty dikarenakan jumlah tenaga kerja Indonesia di Korea Selatan pada tahun 2013 sebanyak ‎9.387 orang, berdasarkan data BNP2TKI tahun 2014. Perusahaan-perusahaan di Korea Selatan banyak menawarkan bidang kerja manufaktur, pertanian, perikanan jasa, dan konstruksi dengan gaji yang diberikan berkisar antara Rp.9.000.000 hingga Rp 15.000.000 per bulan dan ini juga yang membuat banyak tenaga kerja asal Indonesia tertarik bekerja di Korea Selatan. Dan melalui skema penempatan G to G ke Korea Selatan ada peningkatan permintaan penempatan TKI dari 6 ribuan (tahun 2012) menjadi hampir 10 ribuan (2013). Artinya persepsi Korea Selatan terhadap kualitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tidak diragukan.

Penempatan program G to G adalah penempatan TKI ke luar negeri oleh pemerintah yang hanya dapat dilakukan atas dasar perjanjian secara tertulis antara pemerintah dengan pemerintah negara pengguna TKI atau pengguna berbadan hukum di negara tujuan penempatan TKI. Dalam upaya melindungi TKI, program G to G tidak mengizinkan pihak swasta untuk menempatkan TKI ke negara yang sudah melakukan kesepakatan

Pada tahun 2007, Indonesia dan Korea Selatan mulai melakukan kesepakatan bersama (MoU) tentang tata cara dan mekanisme pemberangkatan TKI dengan sistem Entry Permit System (EPS). Ini merupakan kebijakan ketenagakerjaan dari pemerintah Republik Korea Selatan yang menetapkan bahwa tenaga asing hanya dapat bekerja setelah pemerintah negara asal tenaga kerja tersebut membuat perjanjian bilateral dengan pemerintah Korea Selatan. Kebijakan ini juga mensyaratkan tenaga kerja baru dapat masuk Korea Selatan setelah menandatangani kontrak kerja dengan majikan. Sistem ini memberikan manfaat berupa penanganan keberangkatan TKI lebih teratur, aspek biaya lebih murah, dan hak tenaga kerja asing sama dengan warga Korea Selatan, termasuk hal upah minimum, jam kerja asuransi, dan aspek perlindungan lain

Sampai saat ini baru ada tiga negara yang melakukan program G to G dengan Indonesia, yaitu Korea Selatan, Jepang, dan Timor Leste. Netty menyampaikan kepada stakeholder dan pemerintah untuk mulai mencoba menginisiasi ke negara lain melalui program tersebut dikarenakan program G to G tenaga kerja yang akan bekerja di negara lain mempunyai kepastian, merasa nyaman, dan terjamin termasuk kesejahteraan tenaga kerja lebih baik.  

Beberapa catatan yang masih diperbaiki, menurut Netty, adalah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai perumus kebijakan perlu mempertimbangkan unsur sistem kontrak, jangka waktu kontrak kerja, dan penyesuaian toleransi budaya atau ideologi. Sementara BP2TKI sebagai pelaksana perlu membenahi sejumlah praktik penyimpangan yang masih ditemukan dalam tahap pelatihan bahasa Korea, tes, sending, dan pelatihan peserta. Dan upaya advokasi yang dilakukan KBRI hendaknya tidak sekadar penyambutan di bandara, namun juga pendampingan selama berada di Korea. [CCM]

Sumber :
http://www.pksdepok.com/2015/01/disertasi-netty-bentuk-perhatian-istri.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter&m=1


Posted via Blogaway

Kamis, 29 Januari 2015

Bersama Damkar dan Kepolisian, Relawan PKS Bantu Evakuasi Korban Banjir di Surya Cigadung


PKS Piyungan - Perumahan Surya Cigadung yang berlokasi di daerah cigadung subang ,Kamis sore (29/01/15), diterjang banjir se tinggi perut orang dewasa. Banjir ini berasal dari luapan sungai cigadung yang berada di tengah-tengah komplek.

Tim relawan PKS yang mendapat informasi dari kader yang terkena musibah, langsung turun ke lokasi untuk membantu para korban. Tim yang terdiri dari 10 relawan ini bersama dengan tim Pemadam Kebakaran dan dari Kepolisian dibantu warga mengevakuasi ratusan warga yang masih terjebak di rumah mereka.

menurut kader PKS yang tinggal di lokasi bencana, ustad Totong, banjir sudah setinggi lutut semenjak sore, menjelang magrib air dari sungai cigadung yang berada di tengah pemukiman meluap, sehingga merendah perumahan hingga setinggi perut orang dewasa.

Akibat dari banjir ini, ratusan KK yang tinggal disana mengungsi ke daerah yang lebih aman, namun tampak juga sebagian bapak-bapak bertahan di rumah mereka untuk menjaga hal-hal buruk yang mungkin terjadi di kondisi seperti ini.

Alhamdulillah sekitar pukul 20.30 air sudah surut, tampak beberapa keluarga sudah ada yang kembali ke rumah mereka untuk membersihkan sisa kotoran banjir [amw]

Sumber : http://pks-subang.org/berita-terbaru/bersama-damkar-dan-kepolisian-relawan-pks-bantu-evakuasi-korba-banjir-di-surya-cigadung/


Posted via Blogaway

Selasa, 27 Januari 2015

Ubi dan Jagung Rebus Jadi Camilan Rapat Bidang Perempuan PKS

PKS PiyunganWalaupun tidak ada surat edaran atau surat perintah dari ketua DPC PKS Pancoran untuk menyajikan makanan rakyat dalam setiap rapat - rapat di lingkungan DPC, Bidang Perempuan DPC PKS Pancoran sudah memulainya. Dengan kesadaran sendiri tanpa menunggu surat, saat rapat bidang – bidang di lingkungan DPC PKS Pancoran sering ketemu dengan sajian makanan tradisional seperti jagung rebus, kacang rebus, ubi, kedelai rebus, pisang dan lain – lainnya. Bukan hanya pada rapat – rapat di lingkungan DPC, hal yang sama juga dapat kita jumpai di lingkungan DPRa (ranting). 

Sehingga bukan hanya untuk efisiensi anggaran dan mewujudkan tata kelola kepengurusan yang baik, tetapi juga ingin membangun budaya rasa cinta pada produk lokal. Ini penting untuk mengimbangi arus produk asing yang terus membanjiri pasar dalam negeri saat ini, banyak makanan – makanan impor tersebar di mana – mana. Tidak cukup dengan makanannya saja yang diimpor, budaya atau cara makannya pun diimpor juga, sungguh gaya penjajahan yang sangat halus. Produk makanan lokal tersebut juga bisa untuk menambah penghasilan para kader, karena tidak perlu order makanan ke orang lain. 

Rapat Bidang Perempuan DPC PKS Pancoran pada Selasa sore (27/1) dihadiri 22 peserta dari enam DPRa PKS SePancoran. Rapat membahas eksekusi agenda dan target  bidang perempuan terdekat. Untuk bulan - bulan kedepan, insyaAllah tidak akan sepi karena hamper setiap pekan aka nada aktivitas kegiatan dari bidang perempuan baik dio DPC maupun di DPRa.  

Sumber : http://pks-dpcpancoran.blogspot.com/2015/01/ubi-dan-jagung-rebus-jadi-camilan-rapat.html

Senin, 26 Januari 2015

Sudah Hari Selasa Nih, Jualan Yuk !

PKS Piyungan - Para kader PKS Pancoran Jakarta Selatan, dalam forum komunikasi rutin kader sering menggelar market day setiap hari selasa.  Pada acara seru ini, semua kader menawarkan barang – barang yang dijualnya maupun bidang - bidang kewirausahaannya untuk dilihat, ditanya dan juga dibeli. Kegiatan market day ini berlangsung secara online setiap hari selasa, para kader pun tidak perlu menyediakan lapak, hanya sekedar posting saja apa yang akan ditawarkannya kemudian transaksi pun berjalan. 

Apa yang menarik dari sebuah forum komunikasi yang penuh dengan manusia anggota, saling mengabarkan dan juga update status. Apa yang menarik dari sebuah groups sosmed yang memberi panggung luas kepada sifat ingin tahu dan ingin mencoba manusia. Apa yang menarik dari penampakan banyak orang berkumpul ... ya satu kata yang menarik ketika banyak orang sudah berkumpul, adalah pasar.

Benar pasar, pada dasarnya pasar memiliki peran yang sangat mulia. Banyak orang pintar dari seluruh penjuru angin telah menuliskan berhalaman-halaman teori tentang kemuliaan pasar. Coba saja kau bayangkan jika tidak ada pasar, maka tidak akan ada perdagangan. Dan jika tidak ada perdagangan maka bagaimana pula kita akan memenuhi kebutuhan kita. Yang punya uang tidak bisa menggunakan uangnya, sedang yang tidak punya pun tidak berpeluang untuk mendapatkannya. Singkatnya kawan, para pakar telah memuja pasar karena perannya yang mulia dalam mendistribusikan kekayaan dan melahirkan kesejahteraan. Maka mari kita lupakan dulu sejenak wajah bopeng pasar hari ini dan kita selami hakikat keberadaannya agar kita bisa mengambil manfaat darinya.

Hasil penelusuran di wikipedia, secara formal pasar diartikan sebagai sebuah sistim, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana transaksi atas barang dan jasa dilakukan. Melalui prosesi perdagangan inilah pasar menjalankan fungsinya mendustribusikan kekayaan dan kesejahteraan. Pasar memungkinkan terbentuknya nilai atas suatu keluaran produksi yang dengannya keluaran itu ditebus oleh orang yang meminatinya. Kemudian pasar memungkinkan nilai-nilai ini diakumulasikan dan dipertukarkan. Akumulasi berarti pertumbuhan sedang pertukaran berarti pendistribusian. Maka kesimpulannya pasar memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

Bingung? Tidak usah bingung kawan. Sederhananya pasar adalah tempat kita mencari uang dari apapun yang bisa dijual. Dengan uang itu, kita akan membelanjakannya lagi untuk memenuhi kebutuhan diri kita. Maka di pasar, uang akan berpindah tangan entah berapa kali. Mungkin itu juga sebabnya kita sering mendapati lembaran uang yang begitu lecek lagi kumal. Dan kalau kita beruntung kawan, uang yang kita peroleh bisa lebih banyak dari yang kita belanjakan hingga kita berkesempatan untuk mengumpulkannya sedikit demi sedikit dan lama-lama menjadi gunung. Nah, sekarang tahulah kita bagaimana pasar memberikan peluang bagi setiap kita untuk menjadi kaya dan sejahtera.

Kawan kita yang professor sangat yakin dengan keistimewaan pasar dalam urusan mensejahterakan ini. Bahkan menurutnya, kemiskinan bisa diatasi dengan membantu mereka yang miskin memanfaatkan keberadaan pasar. Celotehnya lagi, memberikan modal usaha saja tidaklah cukup jikalau mereka pada akhirnya gagal masuk ke dalam pasar untuk menukarkan hasil usahanya dengan uang.

Kami pikir kawan kita yang professor dari negara yang terkenal miskin itu ada benarnya juga. Kita bisa memanfaatkan keberadaan pasar untuk membangun ekonomi kita sendiri. Toh, bukankah hakikat keberadaan pasar adalah memang untuk memfasilitasi pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan. Maka sejatinya kalau kita mau meningkatkan kesejahteraan diri kita, kita bisa memulainya dengan membangun pasar kita sendiri. Aku kira kita sangat mungkin melakukan ini dengan potensi kita sebagai sebuah komunitas dan tentunya bukan sembarang komunitas.

Di pasar milik kita ini kelak kita akan saling melakukan transaksi diantara kita. Kau akan membeli dari aku dimana engkau akan menjual kepada dia dan dia membeli dari mereka dan demikian seterusnya. Dengan demikian kita akan saling menukarkan nilai tambah atas sesuatu yang kita jual masing-masing. Kita akan saling bahu membahu mengumpulkan selembar demi selembar kesejahteraan dengan perdagangan yang kita lakukan. Di pasar milik kita, setiap nilai tambah yang tercipta akan kita bagikan dan kumpulkan di antara kita dan untuk kesejahteraan kita.

Inilah pasar kita, kawan. Dimana transaksi ekonomi antara kita bukan hanya akan dirasakan manfaatnya oleh aku dan kau tapi juga kita semua. Inilah pasar kita, kawan. Dimana kita akan belajar untuk menjadi produktif, kreatif, kompetitif dan mandiri. Inilah pasar kita, kawan. Dimana kita akan sejahtera bersama-sama. Inilah pasar kita, kawan. Pasar Keadilan Sejahtera!

Sumber : http://pks-dpcpancoran.blogspot.com/2015/01/sudah-hari-selasa-nih-jualan-yuk.html?m=1


Posted via Blogaway

PKS DIY Gelar Sarasehan Budaya Islam dalam Kesultanan Yogyakarta

PKS Piyungan - Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS DI Yogyakarta, DR. Sukamta dalam pembukaan Sarasehan Budaya yang bertema Budaya Islam dalam Kesultanan Yogyakarta, Sejarah dan Perkembangannya mengungkapkan bahwa saat ini PKS DIY sedang menyiapkan perangkat Pusat Kebudayaan. Beliau berharap dengan adanya Pusat Kebudayaan di DPW PKS DIY kedepan masyarakat Yogyakarta tidak akan lupa dengan nilai budaya yang penuh akan nilai kebaikan yang adiluhung.

"Harapannya pusat budaya ini dapat merekonstruksi ulang budaya melalui novel, tulisan, fotografi dan karya seni lainnya sehingga nilai sejarah dan budaya itu akan hadir kembali dalam benak masyarakat Yogyakarta," ujar anggota Komisi 1 DPR RI ini ketika membuka Sarasehan Budaya di Aula DPW PKS DIY, Sabtu (24/1).

Sementara itu Ketua Badan Legislatif DPRD DIY, Zuhrif Hudaya menjelaskan bahwa sesuai dengan Undang-undang Keistimewaan No. 13 tahun 2012, Pemerintah DIY memiliki wewenang dalam 5 urusan yang berbeda dengan wilayah yang lain. Wewenang ini meliputi tata cara pengisian jabatan kedudukan tugas dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur, Kelembagaan Pemerintah Daerah, kebudayaan, pertanahan dan tataruang.

"Kelimanya saling berkait. Kenapa Mangkubumi mendirikan batas negara dengan masjid bukan dengan pal? Karena hal ini bukan hanya sekedar batasan ibukota negara tapi batasan kebudayaan," jelas sekretaris DPW PKS ini.

Dalam sarasehan ini hadir sebagai pembicara utama adalah Pengageng Tepas Dwarapura Keraton Yogyakarta Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Jatiningrat.

Lelaki yang biasa disapa Romo Tirun ini menjelaskan tentang gambaran budaya Islam di Keraton Yogyakarta. Sebagai pembuka, banyak ungkapan Sultan Agung yang kebanyakan referensinya dari dunia Islam.

"Sultan Agung mengajarkan tentang falsafah mengasah mingising budi atau mengasah ketajaman hati dan fikiran, ketajaman rasa nomer satu. Memasuh malaning bumi, membersihkan kekotoran di dunia. Dan hamemayu hayuning bawono yang pengertiannya tentang hubungan antar makhluk atau hablum minannas," jelasnya.

KRT. Jatiningrat juga menjelaskan bahwa tugas manusia sebagai khalifatullah juga tercermin dalam nama atau gelar Sri Sultan yaitu Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing-Ngalaga Ngabdurakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah.

"Sultan adalah pigur seorang manusia yang harus bisa memayu hayuning bawana. Dan kita harus menjadi hamengku buwono-hamengku buwono kecil dalam kehidupan," ujar KRT. Jatiningrat seraya berpesan. (y)

Sumber : http://www.pksdiy.or.id/2015/01/pks-diy-gelar-sarasehan-budaya-islam-dalam-kesultanan-yogyakarta.html?utm_medium=twitter&utm_source=twitterfeed&m=1


Posted via Blogaway

Aher Undang Anggota DPD RI Asal Jabar Bahas Akselerasi Pembangunan

PKS Piyungan - Guna mengakselerasikan program pembangunan dari pemerintah daerah dengan pusat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menggelar pertemuan dengan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jawa Barat di Gedung Sate, Senin (26/1). Selain itu, pertemuan dilakukan untuk mendengar serta menindaklanjuti segala hal menjadi aspirasi daerah.

Salah satu program yang disinggung dalam pertemuan itu adalah percepatan pembangunan irigasi untuk mewujudkan program pusat dalam swasembada pangan. "Seperti urusan irigasi kita terus berkoordinasi dengan Kemen PU dan Kemenpan, dana yang dimasukan ke perubahan APBN cukup besar, dalam rangka kedaulatan dan swasembada pangan," kata Gubernur yang akrab disapa Aher ini, kepada wartawan usai pertemuan.

Meski demikian, Aher mengungkapkan, jumlah anggarannya belum dipastikan. "Belum pasti, namun cukup besar usulan yang diterima oleh Kementerian untuk dialirkan ke Jawa Barat sebagai DAK baik untuk provinsi ataupun kabupaten/kota bahkan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya," ungkap gubernur yang juga kader PKS ini.

Lebih lanjut Aher menambahkan, irigasi yang akan dikerjakan merupakan revitalisasi ataupun pembanguan irigasi yang baru. "Selain itu, ada pula pembangunan Jaringan Irigasi Desa (Jides) dan Jaringan Tingkat Usaha Tani (Jitu) yang akan dilakukan pembangunanya oleh pemerintah provinsi," pungkasnya.

Turut hadir 3 anggota dari 4 anggota DPD RI asal Jabar, yaitu Aceng Hulik Munawar Fikri, Ayi Hambali, dan Eni Sumarni. Sementara 1 anggota lainnya, yaitu Oni Sumarwan berhalangan hadir karena sakit. Selain itu, hadir pula para Asisten Daerah dan Kepala Biro di lingkungan Setda Pemprov Jabar, serta Ketua BP Perda dan beberapa Ketua Komisi di DPRD Jabar.

Sumber : http://www.pks.or.id/content/aher-undang-anggota-dpd-ri-asal-jabar-bahas-akselerasi-pembangunan?utm_medium=twitter&utm_source=twitterfeed


Posted via Blogaway

Sabtu, 24 Januari 2015

Komunitas Lembah Gurame Baca Buku



PKSDEPOK, Depok – Membaca buku menjadikan kita bertambah wawasannya. Dengan membaca, kita bisa sampaikan ilmu kepada orang lain. Gerakan Lembah Gurame baca buku dicetuskan oleh penggiat bank sampah, Baron Noorwendo. Ratusan buku digelar gratis bagi pengunjung Taman Kota tiap hari Minggu sambil menikmati suasana sore pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Taman Kota yang terletak di perumnas Depok 1 ini memiliki tema dalam kegiatan baca bukunya yakni Kreatif, Sehat, dan Mencerdaskan.
More info : Baron 081294742033



(rsk)

Sabtu, 17 Januari 2015

Agar Tidak “Kepaten Obor”, PKS Cikoko Adakan Maulid

PKS Piyungan -
Banyak diantara kita yang kepaten obor tentang Nabi Muhammad SAW, kehilangan sejarahnya, terutama generasi-generasi muda. Namun PKS ranting Cikoko mencoba ikut membenahi hal ini, Kamis (15/1) bidang perempuan PKS ranting Cikoko mencoba mengembalikan gairah dan semangat masyarakat untuk bershalawat dan mengadakan maulid Nabi SAW. 

Arus budaya asing, demam materialisme serta hedonisme barat dengan berbagai macam model variannya mengikis sedikit demi sedikit nilai dan tradisi luhur bangsa ini. Apabila tradisi yang luhur dan mulia tersebut tidak dilestarikan, maka bisa jadi anak cucu kita di kelak kemudian hari tidak akan mengenal Nabi Muhammad SAW, tidak mengetahui sejarah perjuangan Nabi SAW atau dalam istilah jawa dikenal dengan istilah kepaten obor.

Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan ekspresi rasa syukur dan ucapan terima kasih, maka secara tidak langsung dengan Maulid Nabi Muhammad SAW ini kita diajari dan diajak untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Allah dan rasul-Nya.

Sebanyak 120 orang Ibu – Ibu  Cikoko hadir pada acara Maulid Nabi yang digelar di sekretariat Majelis Taklim ArRiffah Cikoko. Ustadzah Vira Chandra dari Rawajati bertindak sebagai penceramah Maulid PKS Cikoko pada Kamis (15/1) siang itu. 

Sumber :  http://pks-dpcpancoran.blogspot.com/2015/01/agar-tidak-kepaten-obor-pks-cikoko.html?m=1


Posted via Blogaway

Minggu, 11 Januari 2015

Panaskan Mesin Partai Jelang PILKADA, PKS Solo Gelar Rakerda

PKS Piyungan - Solo - Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Surakarta menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) untuk menyusun program kerja dan konsolidasi menuju sukses PILKADA 2015 di Hotel Syariah Arini Surakarta, Ahad (11/1/2015).

Ketua DPD PKS Kota Surakarta, Sugeng Riyanto mengatakan agenda Rakerda ini menjadi sarana pengumpulan kader dan sarana memanaskan mesin partai.

"Rakerda ini kami gunakan untuk mengumpulkan dan menjadi sarana konsolidasi pengurus DPD dan DPC. Selain itu, kami juga akan kembali menghangatkan mesin partai kader setelah berjibaku paska Pileg dan Pilpres kemarin," ujarnya.

Lebih lanjut, Sugeng mengatakan posisi 2 besar perolehan kursi dalam Pileg kemarin adalah potensi yang akan dimanfaatkan PKS Solo untuk menghadapi PILKADA 2015.

"Perolehan kursi 2 besar saat Pileg kemarin menjadi posisi strategis yang akan dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam Pilkada. Untuk itu perlu pengawalan dan pengarahan suara dari konstituen saat Pileg lalu untuk bisa diarahkan menjadi pemilih kita saat Pilkada besok, walaupun sampai saat ini kita masih belum punya calon," pungkas Sugeng.

Mengambil tema "Konsolidasi Menuju Sukses PILKADA 2015", Rakerda ini juga diikuti Ketua DPW Wilayah Jateng V, Nanang Masykuri, Anggota DPR RI Dapil Jateng V, Abdul Kharis Almasyhari dan Anggota DPRD Jawa Tengah, Muhammad Rodhi. Selain itu, Rakerda ini juga menghadirkan Ketua KPU Solo Agus Sulistyo untuk memberikan pemaparan terkait pernak pernik seputar PILKADA 2015. 

Sumber : Humas PKS Solo


Posted via Blogaway

Sabtu, 10 Januari 2015

Jualan Pulsa, Kader PKS Ini Omsetnya Rp20 Juta per Hari


PKS Piyungan - Adalah Kaharudin, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini memiliki omset Rp20 Juta per hari dari berjualan pulsa. Hal itu diungkapkan Kaharudin saat menerima kunjungan kru Media pkskelapadua.com belum lama ini.

“Kurang lebih Rp20 juta per hari. Bahkan pernah sampai Rp25 juta. Itu semua dari jualan pulsa”, ungkap Kaharudin di toko Jihad08 Cell yang terletak di Jalan Kavling Pemda Raya nomor 51, Karawaci, Kota Tangerang.

Pria yang tercatat sebagai kader PKS di Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kelapa Dua ini berkisah bagaimana ia merintis usahanya dalam waktu yang cukup lama. Tapi ketika ditanya kapan tepatnya, ia tak tahu persis.

“Kalau tidak salah tahun 2006. Saya kurang tau persis. Waktu itu awal-awal mulai banyak orang menggunakan handphone,” ceritanya.

“Saya mulai fokus jualan baru tahun 2011. Saya memutuskan berhenti kerja dari pabrik dan fokus untuk mengembangkan usaha ini,” lanjut kader PKS yang diberi amanah sebagai Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga di DPC PKS Kelapa Dua ini.

Saat ini Kahar, sapaan akrabnya, telah memberdayakan 5 toko pulsa dengan sistem Mudharabah. Dimana ia sebagai pemilik modal dan dikelola oleh orang lain. Selain itu Kahar juga mengembangkan beberapa toko dengan sistem Musyarakah. Sebuah sistem kerja sama usaha dimana ia dengan mitranya berbagi modal dan dikelola bersama.

Seperti bisnis lainnya, bisnis pulsa yang dirintis Kahar ini juga tak lepas dari berbagai kendala.

“Kendala itu salah satunya mitra bisnis yang tidak amanah. Karena sudah merasa sudah cukup lama kenal kita jadi kurang jeli, nggak taunya kita dibohongi,” ungkap Kahar yang beberapa toko pulsanya tutup karena pengelolanya tidak amanah.

Selain mitra bisnis yang tidak amanah, kendala lain yang ia hadapi ialah konsumen yang berhutang dan persaingan usaha.

“Saat ini orang cari pulsa lebih gampang. Bisa lewat ATM dan banyak dijual di berbagai minimarket”, kata bapak dari empat anak ini.

Dari berjualan pulsa ini Kahar bisa membeli rumah, memiliki dua kendaraan bermotor dan mampu menyekolahkan tiga anaknya.

Kahar pun memberikan tips-tipsnya menjalankan usaha.”Jangan cepat puas dengan hasil yang sudah ada. Harus sungguh-sungguh. Selain itu harus lebih variatif usahanya. Seperti sekarang ini, selain pulsa saya juga menjual yang lain di konter,” tutup pria kelahiran Bima 10 Nopember 1972 ini. (*/humas pks kelapa dua)


Posted via Blogaway

Jumat, 09 Januari 2015

Ketua DPC : Belah Bambu Bisa Menimpa Siapa Saja dan Kapan Saja, Hati – Hati !

PKS Piyungan - Pada acara pra musyawarah kerja cabang (mukercab) hari minggu (4/1), ketua DPC PKS Pancoran, Bang Rijal menegaskan bahwa, “Semua kader harus aware dan hati – hati dengan politik belah bambu. Kader harus hati – hati, waspada dan solid, karena politik belah bambu itu bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Oleh karenanya setiap kader harus saling mengingatkan dalam kebaikan dan dalam kebenaran.”  

Istilah Politik Belah Bambu, bermakna membelah bambu dengan satu bagian diangkat, bagian lain dipijak kemudian nanti akan dilepaskan bersamaan sehingga terjadilan benturan antara yang diangkat dan yang diinjak. "Satu diinjak, Satu diangkat"  
Politik belah bambu sejatinya adalah politik pecah belah, sebuah strategi dimana musuh akan menjadi lemah karena akan memusuhi kelompoknya. Politik belah bambu sampai sangat ini masih tetap di pergunakan oleh negara-negara besar yang berkuasa terhadap negara tertentu, juga oleh penguasa – penguasa tertentu. 

Politik belah bambu sangat jauh dari kejujuran dan keadilan dalam berpolitik. Satu diangkat/dipuji sedang satunya diinjak/dihinakan. Itulah tontonan sehari-hari dalam percaturan politik yang terkadang memuakkan kita. Politik belah bambu bisa dilakukan melalui berbagai cara, dari pengumuman  lembaga survey hingga isu sosial media. 

Politik belah bambu merupakan cara paling sederhana dalam sejarah panjang penaklukkan dunia. Telah dipraktikkan dari masa Julius Ceasar hingga tewasnya tokoh – tokoh politik. Periode devide et impera Belanda hingga Politik Tandingan yang marak akhir – akhir ini. Dengan Politik Belah Bambu penjajah Belanda berhasil sukses selama lebih tiga setengah abad, dengan melakukan siasat devide et impera terhadap kerajaan-kerajaan dalam kewilayahan nusantara. Kerajaan Majapahit, Demak, Gowa, Tidore dan Ternate, Sultan Agung, Diponegoro, Sisingamangaraja. Semua kerajaan  rontok karena diadu dengan kerajaan lain.

Politik belah bambu selalu diikuti dengan teori konspirasi, tidak ada yang mengetahui perencanaannya. Baru setelah kejadian, akan muncul saling tuding-menuding diantara pihak yang saling berseteru. Sementara pelaku tertawa di belakang meja, sambil menyimak berita media. 

Praktek seperti inilah yang mengotori makna politik dan dunia politik. Politik dimaknai sebagai sekedar cara merebut kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan. Padahal kemuliaan politik merupakan bentuk ekspresi manusia dalam menyalurkan ide, pemikiran dan tindakan untuk  memperjuangkan kepentingan mensejahterakan rakyat.

Sumber : http://pks-dpcpancoran.blogspot.com/2015/01/ketua-dpc-belah-bambu-bisa-menimpa.html?m=1


Posted via Blogaway

Rabu, 07 Januari 2015

Kader PKS Ajak Remaja Lingkungan Nonton Film Inspiratif

PKS Piyungan -
Demi peningkatan semangat anak – anak remaja pada pendidikan, PKS ranting Pancoran menggelar acara nonton bareng (Nobar) film inspiratif “MestaKung (Semesta Mendukung)” pada hari Minggu (4/1) di rumah salah satu kader PKS Pancoran, Bang Prima. Acara ini diikuti 16 remaja lingkungan RW06 Pancoran. Film Mestakung ini bercerita tentang kisah inspiratif dalam dunia pendidikan. Pendidikan sangat penting, dengan pendidikan yang baik akan menciptakan sumber daya manusia yang baik. Namun demikian, tidak mudah  memunculkan anak remaja yang bersemangat dalam pendidikan, perlu banyak model, media dan juga inspirator. 

Film adalah salah satu media yang sangat baik untuk memotivasi dan menjadi inspirasi para remaja. Film “MestaKung” yang diputar menumbuhkan nilai-nilai semangat, tak kenal lelah, bekerja keras, keberanian, prestasi dan sejumlah nilai-nilai positif lainnya. Sosok Arif yang hanya anak desa, dengan semangat belajar tinggi dan tak kenal lelah mampu berprestasi di arena olimpiade fisika internasional di Singapura. Banyak pelajaran yang bisa diperoleh dari film yang sangat menggugah ini, diantaranya adalah semangat belajar dan kerja keras. Jika kita sungguh- sungguh untuk melakukan sesuatu, maka semesta pun akan mendukung.  

Untuk menambah meriahnya acara nonton bareng ini, tuan rumah menyediakan bakso dan juga doorprize. Anak – anak remaja lingkungan RW06 pun cukup antusias, walaupun sebelum acara hujan mengguyur wilayah Pancoran dengan lebatnya. Merekapun meminta acara serupa diadakan lagi bulan depan.

Sumber : DPC PKS Pancoran


Posted via Blogaway

Senin, 05 Januari 2015

Nur Mahmudi Silahturahmi Dengan Pelaku Usaha PEDK Depok & Jaksel


PKS Piyungan - (04/01) Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail menggelar silahturahmi dengan para pelaku usaha PEDK Depok dan Jakarta Selatan. Acara yang berlangsung di kediaman Nur Mahmudi ini dihadiri oleh ketua PEDK Depok, Muklas serta 40 pelaku usaha.

Nur Mahmudi menyampaikan bahwa rumah sebagai tempat tinggal, juga harus berdaya guna sebagai lumbung hidup, dapur hidup, apotik hidup, dan bank hidup. Hal ini disampaikan karna peluang serta pertumbuhan bisnis di Depok semakin meningkat, “Peluang bisnis di Depok banyak sekali, seperti kuliner, jasa, properti, rumah sakit, pendidikan, serta air,” jelasnya.

Disela-sela acara ini, Nur Mahmudi juga membahas tentang pola makan B2SAH. Nurmahmudi menghimbau agar masyarakat memperhatikan serta membiasakan berpola hidup sehat dengan karbohidrat, sayur-sayuran, serta buah-buahan.

Acara ini ditutup dengan penyerahan langsung bibit cabai oleh Nur Mahmudi kepada para pelaku usaha PEDK. (ccm)

Sumber : http://www.pksdepok.com/2015/01/nurmahmudi-silahturahmi-dengan-pelaku.html?m=1


Posted via Blogaway

Awali Tahun Baru, PKS Kota Tangerang Adakan Kegiatan Arung Jeram

Mengawali tahun baru 2015 dengan konsolidasi dan evaluasi, Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari 5 kecamatan mengadakan arung jeram di Citarik, Sukabumi, Ahad (4/1). 

Sekretaris Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Cipondoh, Mustofa Ali mengatakan bahwa acara ini sangat bagus untuk membangun kekompakan tim. 

"Kekompakan tim diperlukan untuk mencapai target-target PKS dimasa yang akan datang," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua DPC Karang Tengah, Wahyudi berharap kegiatan ini menjadi ajang refreshing, agar lebih fresh dalam menunaikan amanah, melayani masyarakat dan menyambut tantangan masa depan. 

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menindak lanjuti arahan Presiden PKS, Anis Matta ini adalah untuk pemenuhan janji dan konsolidasi, sehingga semua pihak dari mulai kader, anggota legislatif dan pejabat publik harus bekerja dan melayani masyarakat.

Kegiatan arung jeram tersebut juga diikuti 52 orang pengurus DPC dari Kecamatan Cipondoh, Pinang, Ciledug, Larangan dan Karang Tengah. (*)

Sumber : http://www.pksciktim.org/2015/01/awali-tahun-baru-pks-kota-tangerang.html?utm_medium=twitter&utm_source=twitterfeed&m=1


Posted via Blogaway
 
Back To Top