PKSDepok, DEPOK - Guna menghadapi ASEAN Community 2015 (AEC), Dinas Pendidikan Kota Depok meluncurkan kelas maya. Kelas dengan kecanggihan virtual tersebut sudah mulai diterapkan di SMA Negeri di Depok. Meskipun baru diluncurkan di SMAN 1 Dan SMAN 2 Depok, namun pelatihan IT sudah diberikan di seluruh SMAN.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Hery Pansila mengatakan program kelas maya sejalan dengan program Depok sebagai Cyber City. Dengan kelas maya, kata Hery, siswa dapat belajar dari manapun mereka berada. Bagi siswa yang lebih ingin belajar dengan pola home schooling juga bisa dilakukan.
"2015 kita menghadapi ASEAN Community, mau tidak mau kita negara ASEAN jadi satu keluarga besar, berbondong-bondong kita jangan jadi penonton saja, karena itu ini era kurikulum 2013, era kompetisi, persaingan, dan kelas maya ini baru pertama Kali, Depok jadi pilot project," jelasnya.
Kurikulum 2013 disiapkan karena pada 2030 akan ada 113 juta tenaga terampil. Depok sendiri harus menghasilkan 500 ribu tenaga terampil. "Setiap pelajar agar dimotivasi dengan keterampilan. Skalanya internasional, pola RSBI KTSP enggak lagi, kita sudah era baru. Selain itu kelas maya dapat membuat anak tak ketingalan pelajaran, karena rekaman pelajaran bisa diputar ulang di mana pun lewat internet, yang akan dibuka lewat server dengan registrasi user name oleh siswa, kami tak membuat siswa menjadi males kok, karena tetap ada absensi, bandwidth juga akan kami tingkatkan bekerja sama dengan pemerintah pusat," jelasnya.
Kepala Sekolah SMAN 1 Depok Jasni Evawati mengatakan kelas maya membuat belajar menjadi tak berbatas jarak dan waktu. Bahkan nantinya ulangan online juga bisa dilaksanakan di kelas tersebut. Namun kini pihak sekolah masih mengatur jadwal mata pelajaran untuk disesuaikan dengan jam masuk sekolah."Jadi kami masih atur manajemen jadwalnya, misalnya hari ini kelas maya untuk pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, besok berbeda lagi. Jadi guru SMAN 1 materi pengajarannya bisa dinikmati siswa SMA 5, menjadi lebih mudah dan tak berbatas jarak. Dan guru-guru di sekolah kami rata-rata sudah melek teknologi," tutupnya.
Pantauan di kelas maya, terdapat banyak PC yang disaambungkan dengan sebuah layar sentuh berukuran besar yang dapat memindahkan konten. Program kelas maya tersebut juga menggunakan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan materi e-learning. (ade/okz)





Posting Komentar