TRENDING

Kamis, 09 Januari 2014

Ujian Itu Datang dari Bali

Seperti yang sedang beredar santer dalam media online akhir-akhir ini adalah mengenai laporan seorang Siswi SMAN 2 Bali bernama Anita Whardani yang tidak diizinkan mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah untuk menggunakan Jilbab.

Anita, dalam ringkasan wawancara yang dilakukan salah satu news online membeberkan persinggungan dengan peraturan sekolah dalam rangka larangan untuk memakai jilbab. Bermula pada saat jelang akhir tahun 2012. Saat itu Kepala Sekolah SMAN 2 Bali kebetulan memasuki kelas dimana Anita belajar. Melihat Anita yang memang berjilbab panjang dan lebar, lantas beliau mempertanyakan kenapa Anita berpakaian seperti itu. Anita yang cuma diam, disuruh oleh kepala sekolah menghadap ke ruangannya.

Singkat cerita, seluruh struktur guru-guru disekolah, kepala sekolah, ketua komite pun akhirnya memang melarang anita untuk menggunakan jilbab. karena menurut peraturan sekolah, pakaian muslimah itu termasuk pakaian adat (?). semenjak tahun lalu pun dalam kegiatan belajar-mengajar Anita dengan berat hati melepas jilbabnya (Ya Allah T_T), ia hanya diperkenankan menggunakan Jilbab dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Bullying terhadap Anita memang terjadi tampaknya dari para struktur sekolah dan guru-guru. Ini sesuai dengan pict salinan percakapan SMS anita dengan salah seorang Akhwat yang dengan memohon maaf tidak bisa saya tampilkan. bahkan tak jarang guru-guru nya memang menyuruh Anita untuk keluar pindah sekolah saja. Namun Anita tetap bergeming.

Anita diketahui merupakan Ketua Pengurus Ekskul Rohis di sekolahnya. ia juga tergabung dalam team Solidaritas Komunitas Peduli Jilbab, Divisi Jilbab Share Regional Bali. Adalah sesungguhnya sebuah Ujian Luar Biasa bagi kami di Team Solidaritas Peduli Jilbab , dimana gerakan Komunitas ini adalah mengakar untuk mengajak Muslimah-Muslimah Indonesia untuk membumikan Jilbab Syar’i.

Hal ini tentu saja menjadi hal yang sangat ironi, dimana ketika kami, saya disini, dikota masing-masing sudut Indonesia lain dengan bebasnya menjalankan kewajiban kami sebagai Muslimah untuk menutup aurat. kami bisa dengan bebasnya mempergunakan Hak kami yang memang tercatat dalam Undang-Undang Dasar Negara 1945 dimana termuat Kebebasan Memeluk Agama dan Menjalankan Segala Perintahnya.

Kami pun juga amat paham bahwa Isu ini sangat sensitif terutama di Wilayah Bali. permasalahan ini memang sedang dirundingkan untuk dibawa ke ranah hukum oleh Tim Advokasi Pembelaan Hak Pelajar Muslim Bali. Mohon Doa’kan yang terbaik untuk Anita. semoga Ia bisa menjalankan kegiatan belajar mengajarnya dengan nyaman kembali dan bisa menjalankan kewajibannya untuk menutup aurat di lingkungan sekolah.

Dan tak lupa semoga masalah ini menjadikan kami semakin merapatkan shaf barisan para pejuang-pejuang muslimah, makin menyemangati kami agar senatiasa sabar dan istiqomah di tengah deru duniawi yang makin menjadi-jadi, serta menjadikan kami sebagai hamba yang ta’at, tawadhu, dan terus berjuang memuliakan Agama ini, terlebih sebentar lagi akan ada peringatan IHSD (International Hijab Solidarity Day) yanq puncaknya nanti akan diperingati tanggal 15 februari 2014, in shaa Allah.

Teriring harapan kuat, semoga tidak akan ada lagi kasus-kasus Anita di belahan bumi Indonesia lainnya. kita akan terus berjuang bersama, hingga nanti kelak menjadi bagian dari kebangkitan Islam. Aamiin Allahumma Aamiin..

Afwanminkum ya ikhwahfillah. jika ada salah perkataan, bukan bermaksud tendensi, hanya menuangkan aspirasi.

semua yang benar berasal dari Allah.
Alhamdulillahirabbil’alaaminn..

Depok. 9.01.2013 Pkl. 23.38 pm

Rayung Wulan
Koordinator Divisi Jilbab Wear - Team Peduli JIlbab

Anita (paling kiri) beserta teman-temannya

Posting Komentar

 
Back To Top