“Kita punya pengalaman (amblesnya jembatan) Comal. Itu merugikan dari sisi ekonomi dan infrastruktur sangat mengena. Jadi mau tidak mau harus dibangun segera,” papar Hadi di Semarang pada Kamis (1/1).
Hambatan yang kini masih belum tertangani yakni rencana pembangunan Tol Semarang-Batang. Pembangunan tol tersebut, kata Hadi, terpaksa ‘dianggurkan’ lantaran investor yang berganti-ganti dan tak jelas. Namun demikian, Hadi mengatakan bahwa tidak mudah membangun tol tersebut. Hal ini disebabkan lahan yang digunakan sebagian besar milik Dinas Perhutani, yang jika digunakan maka sistemnya adalah mengganti dengan lahan yang lain.
“Ada masalah, karena di Jateng lahan hutan sebagai penghijauan Pemprov harus 30 persen cakupan hutan. Kini tinggal 19,8 persen, jadi posisinya mengalami kesulitan,” terang anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng tersebut.
Seperti diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga ingin merealisasikan pembangunan tol di wilayah Jateng Barat. Pasalnya, pada Lebaran 2015 diprediksi wilayah Brebes mengalami macet parah jika tidak segera ditindaklanjuti. Prediksi tersebut dilandaskan pada selesainya Tol Pejagan-Kanci yang menuju wilayah muara Brebes sudah dibangun. Namun, pembangunan tersebut belum diimbangi kesiapan Jateng untuk mencegah kemacetan di wilayah Pantura, terutama daerah Brebes dan Tegal.
Sumber: http://fraksi.pksjateng.or.id





.png)
Posting Komentar