Berbagai spekulasi terkait penyebab jatuhnya pesawat yang mengangkut 155 penumpang dan awak itu mulai bermunculan. Tapi, dia meminta agar masyarakat menunggu hasil penyelidikan KNKT.
"Walau ada analisis faktor cuaca. Tentu ini akan dilakukan kajian oleh KNKT," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (2/1/2015).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menuturkan, sistem penerbangan di Indonesia perlu diperbaiki. Pasalnya, bila tidak dilakukan, hal serupa pasti bakal terulang kembali.
"(Soal) regulasi rasa-rasanya sudah sempurna, karena begitu detail kami susun bersama pemerintah," terangnya.
Selain itu, Hakim menambahkan, sistem Air Traffic Controller (ATC) atau sistem pengatur lalu lintas udara yang dimiliki sudah ketinggalan zaman.
Bahkan, kata Hakim, sistem tersebut harus segera diperbaiki. "Itu bagian penting yang pernah saya sampaikan. Air Nav Indonesia adalah badan baru, kami ingin Air Nav berikan pelayanan maksimal, bukan saja soal lalu lintas penerbangan, tapi kondisi cuaca bagaimana bisa terkoneksi dengan ATC," tuturnya.
Hakim menegaskan, selain penerapan teknologi, yang paling terpenting adalah kedisiplinan dari sumber daya manusia, karena itu juga menjadi faktor yang menentukan dalam sebuah penerbangan. Makanya, ia mengaku akan melihat secara komprehensif terkait penyebab kecelakaan itu.
"Kalau ada satu saja yang tak disiplin tentu mempengaruhi sistem," pungkasnya.
Sumber : http://news.okezone.com/read/2015/01/02/337/1087041/sistem-atc-indonesia-sudah-ketinggalan-zaman






Posting Komentar