TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Caleg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Caleg. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Februari 2015

PKS Nilai Anggaran Pembangunan Wilayah Perbatasan Terlalu Kecil




PKSDEPOK (13/2) - Anggota komisi II, Saduddin, yang akrab dipanggil Saad, menilai terlalu kecil alokasi anggaran sebesar Rp 210 Milyar yang dimiliki Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk pembangunan wilayah perbatasan mengingat banyaknya permasalahan yang ada di wilayah tersebut.

“Terlalu kecil alokasi anggaran yang ada, mengingat banyak permasalahan yang muncul, “ujar Saad, yang disampaikannya di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta (11/2). .

Saad juga mengingatkan bahwa pengelolaan perbatasan Negara merupakan program/agenda strategis (Nawa Cita) Presiden Jokowi, yaitu “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan”. Apabila itu menjadi agenda strategis hendaknya mendapatkan porsi anggaran yang memadai.

Walaupun demikian, lanjut Saad, dirinya menyambut baik upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) dalam pengelolaan batas wilayah Negara dan pembangunan kawasan perbatasan  sebagai rencana aksi pegelolaan batas wilayah Negara dan kawasan perbatasan tahun 2015 dengan menyiapkan alokasi anggaran senilai Rp 9,5 Trilyun.

Menurutnya, anggaran tersebut akan digelontorkan melalui 21 Kementerian/LPNK yang ditujukan untuk pembangunan jalan, jembatan, pemukiman, irigasi, pembangunan/peningkatan bandara perintis, pembangunan Base Tower Station (BTS), pembangunan PLTD dan PLTS, pembangunan pos perbatasan, pelayanan kesehatan dasar, pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan dasar dan menengah, pembangunan sarpras pendidikan agama, peralatan pertanian, pembangunan pasar tradisional, pembangunan infrastruktur kelautan dan perikanan, sarpras ketenagakerjaan, pembangunan kantor Polsek, pengadaan drone dan pembangunan kantor desa dan kecamatan.  

Akan tetapi, tambah Saad, hendaknya ada koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, program/kegiatan di 21 kementerian/LPNK dengan BNPP, sebagai lembaga yang menyusun kebijakan, regulasi, pedoman dan instrument kerja dalam meningkatkan efektifitas pengelolaan perbatasan Negara.

“Program/kegiatan di 21 kementerian/LPNK, hendaknya ada koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dengan BNPP supaya program/kegiatan tersebut tepat sasaran, “papar Saad, yang juga politisi PKS ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), yang sekaligus merangkap sebagai ketua BNPP, Tjahyo Kumolo, menjabarkan bahwa dalam APBN 2015 pagu anggaran BNPP sebesar Rp 210 Milyar yang akan diprioritaskan pada 10 Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN), terutama 187 kecamatan lokasi priorotas (Lokpri) di 41 kabupaten/kota pada 13 provinsi yang memiliki kawasan perbatasan Negara. Hal ini disampaikannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi II DPR, di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta (2/2). [CCM]

Rabu, 02 April 2014

Chudori; My Father As Hero

Ahmad Chudori & keluarga ketika Iin mengandung Hilwa
PKSDEPOK, DEPOK - Sore senja ahad kemarin, cerita menyejukkan datang dari keluarga harmonis pasangan Ahmad Chudori dan Iin Marlina di kediamannya yang berada di daerah Beji. Kujungan kami kesana dalam rangka penggalangan barang layak pakai yang nantinya akan dijual murah kepada masyarakat di berbagai bazar. Hasil penjualan ini akan disalurkan pada pelatihan pemberdayaan ibu-ibu Depok di bidang jahit menjahit dan kreasi mengubah barang bekas menjadi barang bernilai ekonomis. Padahal kami baru menghubungi Chudori sehari sebelumnya. Namun dengan sigap, bapak dari 5 orang anak ini menjawab, “Baik mba, dirumah banyak pakaian dan barang yang masih bisa digunakan. Besok bisa di ambil barangnya.”

Saat kami tiba dirumahnya, nampak Chudori tengah memasukkan atribut-atribut partai seperti bendera dan kerdus-kerdus berisi brosur ke dalam mobil grand livina hitamnya. Melihat kami datang, Chudori yang mengenakan kaos putih dan celana hitam ini langsung menyambut dan mempersilahkan kami masuk. Tak lama kemudian istrinya, Iin, datang dan menemani kami di ruang tamu. Sosok wanita yang ramah dengan pembawaan lembut ini mengajak kami berbincang banyak hal. Mulai dari politik hingga keluarga. Sebagai istri dari seorang Caleg, Iin menyadari betul pentingnya perannya terhadap amanah yang diemban suaminya. Ia tidak hanya mensupport tapi juga menjadi parter yang baik dalam menjaga suaminya.

Tiba-tiba terdengar anak bungsu Chudori, Hilwa, menangis. Anak mungil berusia 1 tahun ini kemudian diberikan ASI oleh Iin. Tapi Hilwa masih menangis. Datanglah sang ayah yang baru saja selesai memindahkan atribut. Seperti My Father As Hero, Chudori dengan penuh kasih sayangnya menggendong Hilwa. Rumahnya yang asri, dilengkapi dengan kolam renang yang didesain khusus untuk anak. Chudori mengajak bermain Hilwa di kolam renang bersama kakaknya yang usianya hanya berselang 2 tahun, Salma. Hilwa yang tadinya menangis tiba-tiba berubah menjadi anak riang yang sangat senang bermain bersama dengan abi dan kakaknya. Tak hanya itu, Wakil Sekjen DPP PKS ini dengan telaten memandikan Hilwa.

Tak segan apalagi kaku melakukannya di depan tamu. Beginilah sketsa keseharian Chudori di rumah sebagai ayah; benar-benar pemandangan yang menyejukkan. Pemimpin harus lahir dari keluarga harmonis. Prestasinya di masyarakat merupakan buah dari bagaimana ia dapat berperan baik dan adil pada amanahnya dalam institusi keluarga dan sebagai pelayan rakyat. (ccm)

Selasa, 01 April 2014

Armada 'Caleg Tanpa Banner'

Mainan kreatif berbahan botol plastik bekas
PKSDEPOK, DEPOK - Kampanye adalah proses menjual pribadi caleg. Itulah paparan Baron yang ditemui saat tengah menyiapkan amunisi kampanyenya. Baron yang dikenal sebagai caleg yang tidak memasang banner ini mengemas sampah yang ada di komunitas Bank Sampahnya menjadi barang bermanfaat.

Konsep caleg tanpa banner adalah cara komunikasi politik yang menawarkan program berkesinambungan, produktif, dan ramah lingkungan. Branding yang digunakan Baron hanya satu tema yaitu sampah dan lingkungan, “Itu yang menjadi coresaya,” imbuhnya. Baron yang sudah merintis Bank Sampah sejak tahun 2010 ini menyadari pentingnya karakteristik yang menjadi ciri khas masing-masing caleg, “Di setiap kesempatan, orang harus melihat perbedaan saya dengan caleg yang lain. Saya original sampah dan lingkungan.”

Pada kampanye terbuka Pancoranmas, Baron dengan kreatif mengubah botol plastik mejadi mainan yang mendapat sambutan antusias dari anak-anak, remaja, maupun para orangtua. Baron menjelaskan mengapa kampanyenya membuat mainan dengan bahan botol plastik bekas. Baron merasa perlu memiliki alat peraga kampanye yang menarik, bermanfaat, dan disuakai anak-anak, tahan lama, dan juga murah. Bank Sampah Ibu Ratu Recycle yang berpusat di rumahnya, menampung banyak sekali botol plastik bekas. Baron dan tim kreatifnya yang memiliki keterampilan membuat mainan, memutuskan untuk menjadikannya sebagai amunisi yag akan dibagikan saat kampanye, “Insya Allah, orang-orang akan ingat caleg yang bikin mainan dari botol ini,” tambahnya. Baron optimis dengan konsepnya tentang sampah dan lingkungan akan menjadi fenomena baru yang besar manfaatnya bagi dakwah. (ccm)

Senin, 31 Maret 2014

Fasilitas Bermain Anak Dalam Kampanye Bakti Sosial Dewi Ikawati

Dewi Ikawati saat memberika penyuluhan
PKSDEPOK, DEPOK - Dewi Ikawati kembali mengadakan kampaye yang dikemas dalam bakti sosial di RT/RW 06/05 pada Sabtu 29 Maret 2014 lalu. Selain ada penjualan sembako murah, bakti sosial yang dihadiri sekitar 100 warga ini juga sebagai sarana sosialisasi RKI (Rumah Keluarga Indonesia). Selanjutnya RKI ini memiliki program Menjadi Ibu Pintar dan baca tulis Al Quran. Formulir pendaftaraan keanggotaan RKI habis terisi oleh bapak dan ibu yang hadir. Pada kampanye ini, tim sukses Dewi Ikawati tak luput memberikan fasilitas bermain anak yang berada di samping lokasi bakti sosial. Tidak hanya bermain, panitia juga mengadakan lomba mewarnai.


Pada penghujung acara, Dewi juga memberikan sosialisasi dan penyuluhan pemilu 9 April 2014 mendatang. Dalam sosialisas ini, Dewi menjelaskan dengan mengguakan kertas suara, pencoblosann mulai dari masuk TPS sampai tidak boleh golput. Jika terpilih, ibu yang berprofesi sebagai dokter gigi ini akan fokus pada program di bidang kesehatan. (ccm)


Anak-anak sedang mengikuti lomba mewarnai

Netty Heriyawan Temui Tokoh Wanita Se-Kecamatan Sukmajaya

Netty berfoto bersama dengan peserta temu tokoh wanita
PKSDEPOK, DEPOK (29/3) – DPC PKS Sukmajaya mengadakan “Dialog dan Temu Tokoh Wanita Se-Kecamatan Sukmajaya bersama Netty Prasetyani” di Gedung Samina, Depok Timur, Kota Depok pada Sabtu (29/3) pagi.

Acara ini juga dihadiri oleh keenam Calon Anggota Legislatif DPRD Kota Depok dari PKS untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Sukmajaya, yaitu Suparyono, Fahmi Irhamsyah, Widhi Prasetyo, Andyarini Kencana Wungu, Eka Rahayu, dan Raden Siti Nurani. Serta Caleg dari PKS untuk DPRD Provinsi Jawa Barat Izza Mutia dan DPR Sitaresmi S. Soekanto.

Peserta yang hadir semuanya adalah kalangan Ibu-Ibu, baik yang aktif di DPRa di DPC PKS Sukmajaya, menjadi anggota “Bank Sampah Kota Depok”, Komunitas Tuna Netra Baktijaya, PKK, Posyandu, PosPAUD.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Kota Depok Suparyono menjelaskan kepada semua Ibu-Ibu mengenai urgensi memberikan hak suara pada Pemilu Legislatif tanggal 9 April 2014 mendatang. Suparyono mengingatkan kepada Ibu-Ibu mengenai gratisnya biaya sekolah negeri, pelayanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau masyarakat di segala lapisan dan kesemua itu hanya mampu dilakukan jika pejabat publik dan partai politik yang berkuasa adalah yang amanah dan selalu mengedepankan kebaikan bagi publik.

Selain itu, Sitaresmi S. Soekanto memaparkan mengenai bagaimana perjuangan politik di suatu negara mempengaruhi negara lainnya. “Perjuangan umat Islam di Indonesia dalam hal perpolitikan termasuk dalam mata rantai perjuangan Islam di dunia,” ungkap Sita.

Sita menjelaskan bagaimana saat dulu Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan belum berkuasa, jilbab sangat dilarang di Turki tetapi saat ini Erdogan sudah membebaskan muslimah untuk berjilbab. “Ibu-Ibu bayangkan jika rakyat di Turki sana dulu golput atau tidak memilih Erdogan, apa mereka masih bebas berjilbab?” Sita menegaskan bahwa sangat penting untuk kaum perempuan menyadari posisinya dalam bidang politik supaya kaum perempuan tidak ditindas kodratnya.

Pemaparan terakhir adalah dari Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Netty Prasetyani, yang menyampaikan pentingnya para Ibu memahami dunia politik dan tidak memandang politik sebagai hal yang selalu buruk. “Dulu Ibu-Ibu, Kang Aher itu ngurus yayasan paling banter cuma 100-200 orang yang dapet manfaat. Tapi sejak jadi Gubernur, semua SD, SMP, SMA di Jawa Barat sekarang gratis. Kang Aher juga dalam 1 tahun kepemimpinannya sudah membangun 6.000 ruang kelas baru,” ungkap Netty.

Netty menjelaskan bahwa jika kita menolak terlibat dalam aktifitas keumatan, maka yang akan menjadi pejabat adalah mereka yang tidak peduli dengan urusan umat.

Pada akhir acara Netty menekankan bahwa menjadi pemimpin bukan hanya sekedar pencitraan, tapi harus BENAR-BENAR BEKERJA untuk Indonesia. “Dan insyaaAllah kerja-kerja nyata itu sudah dilakukan selama ini oleh Kader PKS, bahkan sampai saat ini,” imbuhnya. (ccm)


Add caption

Longsor Di Cilodong, Kader Dan Kepanduan PKS Langsung Terjun Ke TKP


PKSDEPOK, DEPOK - Sabtu (29 Maret 2014) adalah jadwal terakhir kampanye dapil Depok Bekasi. DPC PKS Cilodong mengambil moment tersebut dengan kampanye simpatik, diawali dengan Sepeda Masuk Kampung yang diikuti 150 kader dilanjutkan dengan agenda baksos Yankes Sayur Vaganza dan ngubek empang. Antusias warga cukup positif ditandai dengan keterlibatan warga sebanyak 3000an yang menerima manfaat kampanye simpatik tersebut.

Sore harinya jam 16.30 Depok dan sekitarnya diguyur hujan lebat, tak terkecuali di Kecamatan Cilodong. Akibat hujan lebat tersebut turap di perum Villa Amabel longsor dan menutup kali yang mengalir di samping perum. Banjirpun tak terhindarkan lagi. Sebagian rumah warga terendam banjir. Jam 20.00 kabar itu sampai ke kader dan langsung menyebar keseluruh kader PKS DPC Cilodong.

Bang Naserih ketua PKS Ranting Jatimulya dan punggawa Kepanduan Ibrahim ditemani beberapa kader langsung ke TKP untuk evakuasi secepatnya, bersama dengan Dinas PU, staff kelurahan Jatimulya dan warga sekitar bahu membahu mengevakuasi dan menyingkirkan bebatuan yang menutupi aliran kali. Hingga pukul 23.00 proses evakuasi dihentikan dan akan dilanjutkan pagi harinya.

Ba'da subuh tadi (Ahad, 30/3) seluruh kader PKS dan kepanduan melanjutkan kerja bakti menyingkirkan bebatuan yang menutupi kali. Tampak ketua DPC Cilodong Yogo Pamungkas dan kabid PEK Hermansyah yang keduanya juga Caleg dapil 2 Cilodong-Tapos bersama sama kader kerja bakti bersama warga.

Hingga tulisan ini dikirim proses evakuasi dan kerja bakti masih berlangsung.  Jam 08.00 tim satgas banjir dari pemkot Depok telah tiba dilokasi. PKS Cilodong tidak pernah berhenti untuk peduli dan melayani warga karena karena kami memang selalu dekat dan melayani.

Suparjiyo

Sekum DPC Cilodong

Minggu, 30 Maret 2014

Libur Nasional, Fahmi Irvansyah Tetap Selenggarakan Sembako Murah

Fahmi Irvansyah
PKSDEPOK, DEPOK - Libur nasional yag jatuh pada hari Senin 31 Maret 2014 tak luput dari kegiatan Pelayanan Kesehatan yang diselenggarakan oleh Fahmi Irvansyah, caleg dapil Sukmajaya nomer 6. Selain melakukan Pelayanan Kesehatan, Kantor RW.10 Abadijaya dipadati oleh masyarakat yang ingin membeli Sembako Murah. Sembako Murah yang dikemas dengan menarik membuat warga antusias namun mengantri tertib untuk membelinya. “Kami mengemas sembako murah ini special, serba 3 ribu untuk 3 jenis sembako,” ujar pria kelahiran 1979 saat dimintai keterangan. 

Selain itu Fahmi juga melakukan sosialisasi pecoblosan pemilu 9 April 2014 mendatang. Sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat tahu tata cara pencoblosan yang benar. Pada pemilu 9 April 2014, warga Depok akan melakukan pencoblosan pada 4 surat suara yang berbeda. Surat suara berwarna kuning untuk pemilihan Aleg DPR-RI, surat suara berwarna biru untuk pemilihan Aleg DPRD Provinsi Jawa Barat, surat suara berwarna merah untuk pemilihan Aleg DPD, serta surat suara berwara hijau untuk pemilihan Aleg DPRD Kota Depok. (ccm)

Ada Futsal Dakwah Di Perumnas Depok Jaya

Hafid Nasir bersama pemenang Futsal Dakwah
PKSDEPOK, DEPOK - Futsal Dakwah Ke-3 sukses diselenggarakan oleh Forum Masjid Depok Jaya yang menghimpun adik-adik dan remaja masjid di Kelurahan Depok Jaya. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sesama warga perumnas Depok-1. “Futsal Dakwah juga untuk menumbuhkan semangat mereka agar bisa lebih dekat dengan masjid. Oleh karenanya dinamakan Futsal Dakwah,” jelas Hafid Nasir saat ditemui di sela-sela akhtifitas kampanyenya.

Pembukaan acara Futsal Dakwah yang berlangsung di Lapangan Nenas ini, diresmikan oleh Anggota Dewan asal PKS untuk dapil Kota Depok dan Bekasi,
Mahfudz Abdurrahman. Futsal dakwah yang berlangsung selama 2 kali Sabtu dan Ahad diikuti oleh lebih dari 20 tim futsal perwakilan dari 14 Masjid yang ada di perumas Depok Jaya.


Lapangan futsal RW 05 dipilih sebagai lokasi pertandingan final. Hadir pada acara final Futsal Dakwah yaitu Bapak Wakil Walikota, Dr Idris Abdul Shomad dan Moh Hafid Nasir selaku tokoh masyarakat Kota Depok, sekaligus kehadirannya untuk membagikan piala kepada para pemenang Futsal Dakwah kepada 3 katagori yaitu SD, SMP dan SMA. (ccm)
 
Back To Top