TRENDING

Rabu, 30 Desember 2015

Nyatakan Berhenti Kritik Jokowi, Netizen Ini Bikin Heboh Sosial Media


Seorang netizen dari Indonesia timur (Makassar), Canny Watae, yang selama ini sangat aktif mengkritik pemerintahan Jokowi melalui akun facebooknya, di akhir tahun 2015 secara mengejutkan menyatakan berhenti mengkritik Jokowi dan rezimnya.

Tentu pernyataan salah seorang netizen yang memiliki lumayan banyak follower ini (5ribu lebih) membuat heboh di jejaring sosial media Facebook. Tak kurang ada 105 komentar dari netizen dan lebih 200 yang nge-like status pernyataan berhenti kritik Jokowi ini. Kebanyakan yang komentar kasih emocation tertawa lebar.

Berikut pernyataannya:

Untuk menghapus stigma akun saya ini melulu mengkritisi Jokowi dan rezimnya, maka dengan ini saya nyatakan:

Saya akan berhenti mengkritik Jokowi dan rezimnya.
Terhitung mulai tanggal 31 Desember 2015 pukul 23:59:59 Waktu Indonesia Tengah.

Saya akan kembali aktif mengkritisi kebijakan beliau pada tahun depan, terhitung sejak 1 Januari 2016.

Demikian, semoga maklum.
Canny Watae

Berikut link status fbnya.. http://ift.tt/1mjDWjN




Tips Agar Anak Kita Bisa Hafal Al Qur'an


Anak-anak adalah seperti kertas putih, mereka akan belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar dari lingkungan di sekitarnya. Tentu masa-masa emas ini harus kita gunakan untuk menanamkan hal-hal baik kedalam diri mereka. Terutama Al Qur'an. Buatlah didalam diri mereka pondasi Al Qur'an maka bangunan apapun yang berdiri diatasnya akan menjadi bangunan yang bermanfaat dan kokoh.

Berikut adalah beberapa tips agar anak kita hafal Al Qur'an:

1. Hadirkan suasana Qur'ani didalam rumah, dengan sering membaca Al Qur'an

2. Hadiahkan kepada mereka Al Qur'an dengan warna yang menarik, walaupun belum bisa membacanya, ini akan menjadi motivasi untuk mereka belajar. Katakan kepada mereka ini Al Qur'an miliknya. Biasanya ketika kita membaca Al Qur'an anak akan ikut mengambil Al Qur'an miliknya.

3. Ikutkan mereka dalam kelas-kelas tahfidz Al Qur'an.

4. Miliki Speaker Al Qur'an. Ini akan menjadi daya tarik anak untuk akrab dengan Al Qur'an. Mode repeatnya bisa digunakan untuk mengulang-ulang satu halaman / surat yang kita inginkan. Sehingga anak dengan sendiri akan hafal surat tersebut karena sering mereka dengarkan. Speaker Al Qur'an bisa dipesan di http://ift.tt/1mjAbdY

Demikian semoga bermanfaat. Sempatkan untuk di SHARE  ya...




Pintu Ka'bah Dibuka Saat Presiden Erdogan Melaksanan Ibadah Umrah


Presiden Erdogan dan para rombongan melaksanakan ibadah Umrah di kota suci Makkah pada Selasa (29/12/2015) malam, setelah kunjungan ke ibukota Arab Saudi, Riyadh dimana beliau mengadakan pertemuan bilateral dengan Raja Salman bin Abdul Aziz.

Delegasi Turki tiba di Jeddah pada Selasa malam dan langsung menuju Makkah. Erdogan ditemani oleh istrinya Emine Erdogan, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, Menteri Ekonomi Mustafa Elitas dan Menteri Energi Berat Albayrak selama melaksanakan ibadah Umrah.

Pintu Ka'bah dibuka untuk Erdogan dan para delegasi Turki atas izin dari Raja Salman. Erdogan kemudian mengadakan pertemuan di Jeddah pada hari Rabu, kemudian langsung menuju Madinah dan mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW.

Ibadah Umrah merupakan 'ziarah' ke Makkah, Saudi Arabia, yang dilaksanakan oleh umat Muslim yang bisa dilakukan sepanjang tahun, tidak seperti halnya ibadah Haji. Umrah kadang bisa juga disebut 'Ziarah Kecil', sedangkan Haji disebut 'Ziarah Besar', dimana Haji merupakan sebuah kewajiban bagi setiap umat Muslim yang mampu. Ibadah Umrah bukan merupakan kewajiban tetapi sangat dianjurkan.

Sumber: dailysabah (penerjemah: Jazman Arrafiq Mountashir)




Jangan Main Klaim! Penerimaan Pajak Tembus 1.000 Triliun Sudah Terjadi Sejak Zaman SBY


Kemarin banyak yang sudah bangga dengan pencapaian penerimaan pajak yang diklaim sebagai penerimaan pajak tembus rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Media-media massa juga ramai mengabarkan berita diatas, salah satunya KOMPAS dengan judul:

"Pertama dalam Sejarah Indonesia, Penerimaan Pajak Tembus Rp 1.000 Triliun"

http://ift.tt/1mhu3mF

Apakah betul realisasi penerimaan pajak tahun 2015 era Presiden Jokowi  yang tembus Rp 1.000 Triliun baru pertama kali ini dalam sejarah Indonesia?

Ternyata tidak. Dua tahun terakhir, 2013 dan 2014 penerimaan pajak sudah tembus Rp 1.000 triliun.

- Tahun 2013 realisasi penerimaan pajak Rp1.099,9 triliun (95,7% dari target Rp1.148,4 triliun)

Sumber: http://ift.tt/1mqrCxt

- Tahun 2014 realisasi penerimaan pajak Rp 1.143,3 triliun (91,7% dari target Rp 1.246,1 triliun)

Sumber: http://ift.tt/1rXMCgQ

SEDANGKAN... YANG TERJADI SESUNGGUHNYA DI ERA JOKOWI ADALAH...

REALISASI PENERIMAAN PAJAK 2015 sebesar Rp 1.000 Triliun ITU HANYA 77,28% DARI TARGET RP 1.294 TRILIUN yang merupakan realisasi penerimaan pajak yang terendah (terburuk) sepanjang 10 tahun terakhir.

Inilah zaman REVOLUSI MENTAL.
KEGAGALAN dicitrakan KEBERHASILAN.




Sebut Merauke Ujung Paling Barat Indonesia, Akun @jokowi Terus Mengulang Kesalahan



Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan di Kabupaten Merauke. Rombongan tiba Selasa (29/12) malam dengan menggunakan pesawat kepresidenan.

Melalu akun twitter officialnya @jokowi, presiden menyampaikan informasi kegiatannya di Merauke. Informasi dalam bentuk twit berseri sampai nomor 10 ini mengalami kesalahan fatal pada twit nomor 8 dimana akun @jokowi menyebut Merauke sebagai ujung paling barat Indonesia.

"Hari ini di Merauke, ujung paling barat Indonesia, saya letakkan Kapsul Waktu: Impian Indonesia 2015-2085-Jkw" tulis akun @jokowi, Rabu (30/12).

Kesalahan twit ini sangat fatal dan bisa jadi tertawaan dunia, presiden Indonesia tapi tidak tahu kalau Merauke adalah ujung paling TIMUR Indonesia.

Sekitar 30 menit kemudian, Twit nomor 8 ini akhirnya dihapus (delete) setelah netizen ribut dan diganti dengan twit baru tapi tidak ada ungkapan ralat ataupun minta maaf.

Kesalahan akun @jokowi ini bukan kali ini saja, bahkan boleh dikata terlalu sangat sering bikin kesalahan. Hal yang seharusnya tidak boleh terjadi mengingat ini akun resmi PRESIDEN.

Dari hasil penelusuran, berikut catatan beberapa kesalahan akun @jokowi:

- (30/12/2015) salah sebut "Merauke, ujung paling timur Indonesia" lalu dihapus diganti "Merauke, ujung paling barat Indonesia"
- (28/12/2015) salah ketik "Bhinneka Tinggal Ika" lalu dihapus dan diganti "Bhinneka Tunggal Ika".
- (06/12/2015) salah sebut "Muara Angke" lalu diralat dan diganti "Tubagus Angke".
- (30/06/2015) salah sebut "alutista" seharusnya "alutsista".





Fahri Hamzah: Di Pulau Kami Orang Disebut Tidak Sopan Kalau Berdusta/Menyembunyikan Kebenaran


1. Menuju #Bima... mau ketemu orang2 keras.

2. Di pulau kami orang disebut tidak sopan kalau berdusta atau menyembunyikan kebenaran.. #PulauSumbawa

3. Di pulau lain orang dituduh tidak sopan karena bicara apa adanya soal kebenaran.

4. Di pulau kami gaya diterima apa adanya.

5. Di tempat lain gaya adalah segalanya.

6. Kami keturunan garis keras. Apa boleh buat..#PulauSumbawa

7. Kami bangsa Indonesia mengucap sumpah pemuda.

8. Dari aceh sampai papua. Kita berwarna beda.

9. Tapi adakah Indonesia tanpa aceh dan tanpa papua?

10. Bisakah kita menjadi Indonesia jika kita tidak saling menerima?

11. Kalau aku keras kepala maafkanlah..kepalaku memang keras.

12. Kalau kepalaku tidak keras aku tak bisa bersuara keras.

13. Kalau suaraku tidak keras nanti suaraku tidak terdengar.

14. Karena ada suara rintihan yang tidak terdengar sampai jakarta…

15. Orang2 kecil di pelosok Aru dan Halmahera.

16. Orang-orang lemah di sudut lombok dan sumbawa juga Nusa penida.

17. Ijinkan aku berbicara apa adanya...

18. Simpanlah sopan santun menurut kalian yang sekarang jadi topeng citra.

19. Karena Sukarno dan Tan Malaka tidak seperti yang kalian duga.

20. Kalau Sukarno tidak keras kepala apa mungkin kita merdeka?

21. Atas berkat Rahmat Allah yang maha kuasa.

22. Dan dengan Didorongkan oleh keinginan luhur.

23. Supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas...

24. Maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya..

25. Kita hanya takut pada Tuhan yang mencipta yang memberi kita merdeka.

26. Kita tidak akan mencari muka atau menjilat para pemimpin bangsa.

27. Apalagi pemimpin kemudian hari yang gagal membaca amanat sejarah bangsa.

28. Tegaklah kepala kita berdiri..kita dan mereka sama saja.

29. Feodalisme akan kita kikis sampai sirna.

30. Dan berbicaralah apa adanya dengan gaya kita bicara.

31. Terimalah gaya bicara orang lain..jangan mudah gelisah.

32. Indonesia kita akan tegak di atas warna.

33. Indonesia kita mati oleh basa basi dan pura-pura.

34. Merdeka! AllahuAkbar!

__
*dari twitter @Fahrihamzah (Rabu, 30/12/2015)

(Foto: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat Dialog dengan masyarakat saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di Pulau Lombok dan Sumbawa, NTB, 12-14 November 2015)




Selasa, 29 Desember 2015

Sekarang Adalah Jamannya Turki


Sekarang adalah jamannya Turki. Rusia wajib untuk memperbaiki pandangannya tentang Turki. Turki yang sekarang bukanlah Turki sebelum perang dunia pertama yang disebut "rajulun mariidh" (orang sakit/the sick man). Turki sekarang adalah Turki yang sudah siap untuk menjadi kekuatan ekonomi, politik, dan militer global. Dan tampilnya Turki menjadi kekuatan baru di dunia akan menciptakan keseimbangan baru di dunia khususnya Timur Tengah.

Dua puluh tahun AKP fokus membangun infrastruktur moral, ekonomi, ilmu pengetahuan, militer, dan politik untuk memudahkan lahirnya sebuah peradaban alternatif dan kekuatan penyeimbang dunia yang timpang.

Gerakan Islam di Indonesia perlu istifadah dari tajribah AKP. Suatu saat kita harus juga mengakhiri keterpurukan bangsa dan negara ini yang diakibatkan kebodohan kaum sekuler dan tipu daya musuh-musuhnya.

Kita menyakini bahwa jalan untuk merintis kebangkitan amatlah panjang. Tetapi kita telah bertekad untuk menempuhnya. Kita akan menuntaskan cita-cita. Dan kita siap memberikan tadhhiyyah bagi cita-cita umat kita yang mulia.

(Ust Hafidin Achmad Luthfie)



Era Jokowi Realisasi Pajak Paling Rendah Dalam 10 Tahun Terakhir, Tapi Dicitrakan Hebat Tembus 1000 Triliun


ANTARA HEBOH BERITA & REALITA

HEBOOOOHHHHH... Ya sepertinya janji 'Kita Bikin Rame' ini satu-satunya janji saat Pilpres yang sudah direalisasi.

Dan sesuatu yang sebetulnya adalah KEGAGALAN (karena tidak sesuai target, bahkan terpuruk dalam 10 tahun terakhir), oleh media dihebohkan seolah-olah KEBERHASILAN dan KEHEBATAN pemerintahan era Jokowi.

Seorang pengamat dari UGM, Tarli Nugroho membeberkan angka-angka yang diperoleh dari Dirjen Pajak terkait pencapaian penerimaan Pajak dalam 10 tahun terakhir.

Berikut penuturan Tarli Nugroho mengomentari berita heboh "Pertama dalam Sejarah Indonesia, Penerimaan Pajak Tembus Rp 1.000 Triliun" (KOMPAS, 28/12/2015).

Pada 27 November 2015, artinya kurang lebih sebulan yang lalu, realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp806 triliun. Jadi, hingga sebulan yang lalu persentase realisasi penerimaan pajak baru mencapai 64,75 persen dari target Rp1.294 triliun yang dipatok oleh pemerintah. Itu adalah angka realisasi penerimaan pajak paling rendah dalam sepuluh tahun terakhir.

Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya, hingga Oktober 2014, target penerimaan pajak sudah mencapai 72,3 persen. Sampai di situ kita bisa paham kenapa Dirjen Pajak Sigit Pramudito kemudian harus mengundurkan diri dari jabatannya pada awal Desember silam. Kinerja lembaganya setahun ini memang sangat buruk.

Ajaibnya, hanya dalam tempo kurang dari sebulan, realisasi penerimaan pajak segera tembus Rp1.000 triliun. Kalau mengikuti klaim Menteri Bambang, angka itu didapat sesudah menteri melakukan lobi kepada sejumlah wajib pajak perorangan dengan menggandeng BIN. Luar biasa! Lalu dongeng tentang realisasi penerimaan pajak yang tembus seribu triliun inipun digoreng sedemikian rupa dengan banyak sekali bumbu. Begitulah.

Apakah pencapaian itu merupakan prestasi?!

Mengacu kepada angka, sesuai prediksi, realisasi penerimaan pajak tahun ini merupakan yang terendah dalam sepuluh tahun terakhir. Diperkirakan, realisasi pajak tahun ini hanya akan mencapai 78-80% saja, dimana kita mengalami shortfall (kekurangan) sebesar Rp260-290 triliun.

Celakanya, meski realisasi penerimaan pajak sangat rendah tahun ini, pada APBN 2016 pemerintah telah mematok target pajak yang semakin melambung, yaitu menjadi Rp1.546 triliun, alias naik 16%.




"Ya Tuhan, tolong pilihkan agama yang baik buat saya, kalau bisa jangan Islam"


El Manik: "Saya tadinya Kristen, banyak Umat Islam perlu di-Islamkan lagi"

Iman Emmanuel Manik populer dengan nama El Manik (lahir di Bahorok, Sumatera Utara, 17 November 1949; umur 66 tahun) adalah pemain film dan sinetron. Selama hampir 35 tahun berkarya, lebih dari 30 judul film telah dibintanginya.

Bagaimana cerita Bapak masuk Islam?

Saya sadar Tuhan itu ada. Tapi saya bingung karena banyak agama yang ditawarkan. Saya sebenarnya Kristen, tapi saya tidak sreg dengan beberapa ajarannya. Beberapa tahun lalu saya tertarik pada Islam. Ketika itu saya takut mati. Istri saya Islam dan dia menjalankannya dengan baik. Anak kedua saya, perempuan, juga Islam. Anak lelaki saya tadinya Kristen taat lalu masuk Islam. Lha saya? jika mati, mati saya tidak jelas.

Saya bingung, Saya berdoa sambil menangis. Tolong pilihkan agama yg baik buat saya ya Tuhan, kalau bisa jangan Islam (tersenyum) Islamkan berat. Lagi enak-enak tidur mesti bangun, sholat. Lima kali lagi sholatnya. Belum lagi puasa. Saya jam sebelas sudah gemeter kalau belum makan. Lagi pula, banyak yang tidak saya suka dengan Islam. Kok umat Islam banyak yang jadi pengemis? Banyak yang minta-minta dijalanan untuk pembangunan mesjid? Begitulah dulu saya melihat Islam.

Alhamdulillah, saya punya sahabat. Dia tidak pernah ngomong, Manik ayo masuk Islam, kalau tidak kamu masuk neraka. Nggak. Dia cuma menunjukkan dia muslim yang baik. Dia puasa, dia sholat. Satu hari dia ngajak saya buka puasa. Saya tanya dia apa enaknya puasa. Dia tidak menjelaskan pake dalil agama. Dia pake pendekatan kesehatan. Saat itu kelesterol saya tinggi. Dia suruh saya puasa. Saya nolak. Mana kuat? Jam sebelas saja udah gemeteran. Trus dia mengusulkan puasa Senin - Kamis saja. Akhirnya saya coba. Istri saya heran. Eh, ternyata saya kuat. Pelan-pelan saya tertarik. Saya sering dengar ceramah di TV, radio, sering baca buku. Akhirnya masuk Islam.

Selama menjadi muslim, ada tidak ajaran Islam yang tidak masuk akal?

Justru banyak ajaran Islam yang masuk akal saya. Berat memang, tapi benar. Banyak ajaran Islam yang menyentuh perasaan saya. Bayangkan, senyum saja berpahala. Saya banyak berubah setelah berislam. Saya berhenti merokok, minum dan berjudi. Teman saya heran.

Perbedaan paling dasar dalam diri Bapak sejak masuk Islam?

Banyak. Saya mencoba menjalankan segala perintahNYA dan menjauhi laranganNYA. Sebelum ini saya pelit pada orang. Kalau ada orang susah, saya bilang 'Usaha dong'. Sekarang saya sadar rezeki itu yang saya peroleh tidak mutlak milik saya. Ada hak orang berupa Zakat. Sekarang kalau bisa melakukan sesuatu buat orang, saya merasakan kenikmatan.

Bagaimana Bapak menjaga keislaman Bapak?

Itu yang paling berat. Saya berprinsip mengalahkan hawa nafsu itu kemenangan terbesar. Saya mulai dari diri sendiri dan keluarga. Kalau anak perempuan saya malas sholat, saya bilang ke dia,'dulu kamu nangis-nangis minta saya masuk Islam. Kamu sholatnya malas. Ayo, pergi sholat sana'. Saya boleh nyiram dengan air kalau mereka malas sholat.

Menurut Bapak, apa yg harus diubah dari umat Islam?

Saya mungkin agak pedes dalam hal ini, saya mohon maaf. Saya melihat banyak umat Islam yang perlu di Islamkan lagi. Maksud saya bukan bersyahadat lagi, tapi berislamlah dengan memakai ilmu dan nalar, jangan hanya ikut-ikutan atau karena terlanjur Islam. Misalnya saya sering sholat Jum'at diluar. Banyak orang tidak mengerti tata tertib sholat. Mau rapat saja segan padahal rapat dan lurusnya shaf adalah syarat mutlak diterimanya sholat. Disuruh mengisi shaf didepan susah sekali. Shaf pertama itukan pahalanya paling besar. Kalau dia mengerti dan tahu pasti akan berlomba-lomba. Ini karena mereka berislam tanpa ilmu. Kadang saya pengen sekali berceramah, tapi saya tahu kemampuan saya terbatas dan sekarang belum bisa.[]

*Sumber: republished by (YM) Yes Muslim




Seperti Diprediksi! Jokowi Akhirnya Minta Menteri ESDM Kaji Pungutan Dana Ketahanan Energi


Presiden Joko Widodo akhirnya meminta Kementerian ESDM mengkaji pungutan dana ketahanan energi. Ini menyusul sejumlah kritik bermunculan terkait kebijakan bakal diterapkan per 5 Januari 2016 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Menteri ESDM Sudirman Said saat ditemui di Istana Negara, Jakarta.

"Pemerintah berterima kasih atas seluruh masukan dan makin banyak masukan makin bagus. dengan itu kita akan lebih berhati-hati, untuk menjalankan suatu policy," kata Sudirman (29/12), kutip merdeka.com.

"Diberikan arahan presiden dikaji betul seluruh aspek hukumnya, tata kelolanya, keuangan negara segala macam. Besok Rabu (hari ini -red) kami akan rapat di Kementerian Koordinator Perekonomian untuk mengkaji ini semua. Saya kira masih ada waktu," tambahnya.

Seperti diberitakan, penarikan dana ketahanan energi bakal berbarengan dengan pemberlakuan harga baru bahan bakar minyak per 5 Januari mendatang.

Di mana, harga premium baru Rp 7.150/liter termasuk Rp 200 yang dipungut dari duit rakyat untuk mensubsidi pemerintah dengan dalih Dana Ketahanan Energi. Sementara, harga solar baru menjadi Rp 5.950 per liter termasuk pungutan Rp 300.

Rencana kebijakan pemerintah ini sontak menuai banyak kritik. Salah satunya datang dari pakar hukum tata negara Prof DR Yusril Ihaza Mahendra yang menyatakan pungutan itu ilegal karena menyalahi konstitusi.

Namun, publik juga mencium aroma drama dari kegaduhan Dana Ketahanan Energi ini yang diprediksi bakal mirip dengan kegaduhan GOJEK dimana Menteri bikin gaduh, publik protes, dan ujungnya muncul Presiden yang membatalkan bak pahlawan.

(Baca: Kegaduhan DANA KETAHANAN ENERGI Akankah Seperti GOJEK?)




Bikin Heboh Netizen, Libur Natal Pemain Bintang Bayer Leverkusen Ibadah Umroh


[Piyungan Online] Hakan Calhanoglu, pemain andalan Bayer Leverkusen, melaksanakan ibadah Umrah. Hal itu terungkap melalui unggahan fotonya di media sosial, Instagram dan Facebook miliknya, Jumat (25/12/2015).

Dalam foto di instagram itu Calhanoglu bersama dua teman lainnya mengenakan pakaian serba putih layaknya seorang muslim sedang beribadah.

"Hari Jumat yang berkah #Madinah #ArabSaudi #Umrah," tulis akun dengan user name @hakan_c10 itu.

Hari Rabu ini (30/12), di akun facebooknya pemain kelahiran Jerman ini memposting foto dirinya didepan Ka'bah usai thawaf.

"Saya sangat berharap Anda semua ditakdirkan Allah untuk hidup seperti perasaan saya saat ini! Saya tidak bisa menahan air mata saya ketika saya melihat Ka'bah, benar-benar merinding," tulisnya yang mendapat 90 ribu lebih jempol (likes) dan ribuan komentar dari netizen.

Liga Jerman saat ini sedang libur panjang terkait perayaan hari Natal umat Kristiani dan Tahun baru 2016.

Insiden Dilempar Roti Babi


Hakan Calhanoglu, sempat mendapat perlakuan rasialis dari penonton saat kontra Schalke 04 pada laga Bundesliga Jerman, Minggu (29/11/2015).

Ketika Hakan bersiap melakukan sepak pojok, suporter Schalke mendadak melemparkan roti ke arahnya.

Menurut pemberitaan Marca yang dikutip tribunnews, roti tersebut diduga mengandung daging babi yang diharamkan bagi umat muslim seperti Hakan.

Namun, respons wonderkid asal Turki yang tengah diincar Manchester United dan sejumlah klub raksasa Eropa itu cukup mengejutkan.

Hakan sempat menghindari lemparan roti-roti tersebut.

Sejurus kemudian, ia justru menunjukkan aksi simpatik.

Pemain yang dikenal memiliki tendangan bebas mematikan ini, justru memungut sejumlah roti untuk dicium dan ditempelkan ke dahinya. Setelahnya, pesepak bola berusia 22 tahun itu memunguti semua roti yang dilempar dan meletakkannya di pinggir lapangan.

"Dalam tradisi Islam, hal tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat makanan yang diberikan Tuhan," tulis netizen bernama Asad al-Halabi dalam bahasa Jerman, pada kolom komentar video cupilkan aksi Hakan yang diunggah ke Youtube.




REZIM SEKENANYA


Mulanya gagah, pungutan itu disebut DANA KETAHANAN ENERGI. Selang satu pekan kemudian diakui bahwa pungutan itu akan digunakan untuk MEMBAYAR UTANG dan juga membangun infrastruktur listrik di daerah-daerah yang membutuhkan.

"Ketahanan energi" macam apa sebenarnya yang dimaksud oleh Menteri ESDM?!

Jika Anda ingat, ini masih pemerintahan yang sama yang di bulan pertamanya dulu juga pernah mencetak KARTU-KARTU berlabel mentereng, padahal program dan anggarannya belum pernah dibahas dalam APBN; dan sejumlah menterinya bisa seenaknya memberikan penjelasan, yang juga sekenanya dan saling bertentangan satu sama lain, mengenai asal dana dari penerbitan KARTU-KARTU tersebut.

Cari simpati dulu, urusan belakangan. Ngomong dulu, akali aturan kemudian.

Begitulah sepertinya cara kerja pemerintahan saat ini.

Karenanya, dalam reshuffle nanti, sebaiknya Presiden bukan hanya mengumumkan perubahan nama sejumlah menteri, tapi juga mengumumkan perubahan nama kabinetnya, dari semula "KABINET KERJA" menjadi "KABINET KERJA SEKENANYA".

Nama baru itu lebih mewakili nilai kejujuran, persis anjuran yang disampaikan Presiden dalam peringatan Maulid Nabi kemarin.

(Tarli Nugroho)




 
Back To Top