TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Kabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2015

Aher Kunjungi Korban Longsor Cibitung



 
PKSDEPOK – Selasa (5/5) terjadi musibah tanah longsor di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Hingga tanggal (6/5) korban yang tercatat sejumlah 17 jiwa, diantaranya 4 Korban jiwa, 5 Korban hilang, dan 9 orang korban luka luka.

Hari pertama kejadian longsor Pangalengan, Ahmad Heryawan selaku Gubernur Jawa Barat dan tim telah melakukan penanganan-penanganan cepat. Sebelum kejadian, beliau dan tim juga telah melakukan tindakan-tindakan pencegahan. Beberapa hari sebelum longsor, warga sudah dievakuasi ke tenda-tenda yang disediakan TNI, Polri, dan BPBD.



Hari ini Bapak Ahmad Heryawan beserta tim mengunjungi lokasi longsor dan posko pengungsian. Disana Pak Aher mengibur para pengungsi longsor, mendengarkan keluh kesah dan harapan warganya. Aher berbagi rasa dengan para korban dan masyarakat sekitar guna meminimalisir rasa trauma akibat bencana tersebut.


Dengan adanya aksi cepat tanggap dari gubernur Jawa Barat, masyarakat kampung Cibitung yang terkena longsor sangat terbantu dan berharap bantuan akan terus berdatangan hingga warga direlokasi ke tempat yang lebih layak. (Ro/ccm)



           


Rabu, 06 Mei 2015

Pemkot Depok Gelar Ramah Tamah dengan Wartawan



PKSDEPOK – Dalam rangka mempererat tali silaturrahmi, Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Depok mengadakan kegiatan makan siang bersama antar wartawan dengan Pemerintah Kota Depok di rumah makan Gabus Pucung, Mampang, Depok, Rabu (06/05/15).

Wakil Wali Kota Depok, Idris Abdul Shomad turut membuka acara yang dihadiri oleh belasan tamu undangan dari berbagai macam media baik cetak maupun elektronik. Pada kesempatan itu pula, Ia membahas tentang pembangunan Kota Depok yang sudah selesai maupun yang akan berjalan. Ia juga berharap insan pers yang hadir antusias memberikan motivasi warga dalam pemberitaan-pemberitaan yang disajikan.

Pria kelahiran Jakarta itu mengatakan, berakhirnya masa jabatan sebagai wakil wali kota Depok pada 26 Januari 2016 mendatang, hendaknya dijadikan suatu momentum untuk mengevaluasi diri. Sejauh apa pembangunan yang telah berhasil dan masih dalam tahap rencana sehingga pada akhir jabatan belum dapat terselesaikan.

“Pemimpin merupakan suatu amanah dari masyarakat yang harus dijalani berdasarkan 3 T yaitu Tulus, Tekad dan Terampil. Pemerintah hendaknya berlaku transparan, netral dan tidak main politik. Jangan main kucing-kucingan juga,” ujar Idris.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut dilakukan juga tanya jawab antar wartawan dengan wakil wali kota yang juga alumni Gontor ini. Salah satunya membahas angka pengangguran, persiapan jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) serta ketahanan keluarga untuk meminimalisir angka kriminalitas.

Idris mengatakan bahwa wartawan merupakan pekerja moral, pekerja hati nurani, dan menjadi ujung tombak informasi. Ia juga berharap wartawan dapat mengemban profesinya dengan sebaik mungkin dan tetap mematuhi kode etik jurnalistik. (Diskominfo)

sumber :


Selamat Jalan Mas Pepeng | Anis Matta






Menulis tentang sahabat saya Ferrasta Soebardi, atau yang akrab kita panggil Mas Pepeng, di tengah suasana Idul Adha membawa saya pada pertemuan dua peristiwa yang berujung pada satu konsep penting dalam ajaran Islam, yaitu percaya dan prasangka baik kepada keputusan Allah SWT.

Ketika Nabi Ibrahim AS menerima perintah untuk menyembelih anaknya, Ismail AS, anak yang sudah lama didambakannya, ia sempat sedetik bertanya. Malah sang anaklah yang mengingatkan dan meneguhkan keyakinan ayahnya untuk senantiasa percaya dan berprasangka baik terhadap perintah dan keputusan Allah SWT.

Kita belajar, Ibrahim adalah seseorang yang sedari muda “mencari Tuhan”, menempuh jalan penuh gelisah untuk menemukan hakikat kemanusiaan, yaitu hadirnya Tuhan dalam hidup manusia. Ibrahim bertanya, apakah bulan, apakah matahari, yang merupakan Yang Maha Kuasa bagi manusia. Ternyata tidak. Ibrahim bahkan bereksperimen “membunuh Tuhan” istilah yang dipopulerkan oleh filsuf Friedrich Nietzsche dengan menghancurkan berhala-berhala yang disembah lewat ayunan kapaknya, dengan risiko hukuman yang bisa menghilangkan nyawa.

Maha Besar Allah, Dia akhirnya menuntun Ibrahim untuk menemukan jalan tauhid, percaya pada Allah Yang Esa dan bersaksi bukanlah bulan atau matahari sekalipun mempesona dan tampak adidaya yang menjadi Maha Kuasa bagi hidup manusia. Allah Yang Maha Esa lagi Maha Kuasa. Dari perjalanan itu, dalam kajian filsafat dan sosiologi agama, Ibrahim diberi julukan “bapak monoteisme umat manusia”.

Lalu, apa pelajaran dari perjalanan Ibrahim yang bisa gunakan untuk memaknai perjalanan sahabat kita Pepeng? Ternyata, perjalanan “mencari Tuhan” telah disediakan oleh tak lain dan tak bukan Allah SWT sendiri. Allah membukakan begitu banyak pintu-pintu menuju diri-Nya lewat pemaknaan jalan hidup yang ditempuh oleh masing-masing makhluk.

Kita mengetahui sudah cukup lama Pepeng diberi ujian berupa penyakit langka yang mungkin belum ada obatnya. Penyakit itu merampas mobilitasnya, sesuatu yang tentu sangat membuat sedih bagi seniman dunia hiburan seperti Pepeng. Saya masih ingat, ketika kampanye PKS di Gelora Bung Karno tahun 2004, Pepeng berdiri di panggung sebagai salah satu pembawa acara, membakar semangat sambil sesekali menggocek tawa.

Saya tetap ingin memandang Pepeng sebagaimana sang seniman panggung itu mengarahkan acara puncak kampanye PKS pada fase awal yang penting dalam demokratisasi Indonesia tersebut. Dia tampak gagah, tapi juga santai, percaya diri, namun tetap membumi dan rendah hati. Puluhan ribu kader PKS dan para undangan berteriak bersama, tertawa bersama, bernyanyi bersama, dan berbagi semangat bersama, di bawah komando sang dirigen acara: Pepeng.

Bahwa sekarang Pepeng sedang diminta untuk tidak terlalu banyak bergerak, itu adalah cara Allah menyediakan banyak waktu agar Pepeng dapat berkontemplasi, berbagi waktu dengan anak-anak, serta memperkuat rajutan kasih sayang bersama istri tercinta.

Mengapa saya bisa sampai pada kesimpulan itu? Karena saya ikut berbesar hati dengan cara Pepeng merespons kondisinya. Ia tetap berkarya, menerima bimbingan mahasiswa, bahkan merampungkan pendidikan S-2, sesuatu yang saya sendiri belum bisa mencapainya walaupun keinginan sudah lama ada. Dengar-dengar, bahkan Pepeng sedang siap-siap studi S-3. Kehadirannya kembali di layar kaca juga telah memberi inspirasi bagi banyak orang.

Dalam satu acara di TV saya ingat Pepeng berkata: Saya berdamai dengan penyakit ini. Saya terima dengan ikhlas agar yang dirasakan hanya sakitnya fisik, bukan jiwa. Kurang lebih begitu. Saya lupa kapan persisnya. Saya juga jarang mengingat apa yang saya tonton di TV, tetapi sepenggal kalimat Pepeng itu samar-samar masih saya ingat sampai sekarang. Agar yang sakit hanya raga, bukan jiwa. Pepeng berikhtiar keras agar ruhaninya tetap sehat. Itu bisa dilakukan karena Pepeng senantiasa percaya dan berprasangka baik atas keputusan Allah SWT.

Saya berdoa semoga keterbatasan fisik yang dirasakan Pepeng sekarang malah membuka ruang kontemplasi yang luas. Perenungan hanya bisa dilakukan di dalam kesunyian, sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW dituntun Allah pergi menyepi ke gua Hira dan kita manusia biasa diperintahkan untuk shalat tahajjud di hening malam.

Jika penyanyi Bimbo dan pujangga Taufiq Ismail punya kiasan “ada sajadah panjang terbentang, dari kaki buaian, sampai ke tepi kuburan”, perkenankan saya menyebut perjalanan Pepeng ini sebagai “tahajjud panjang” yang tak berbilang rakaat. Inilah jalan sunyi ketika tafakur dan tadabbur dijalankan di tengah keheningan batin hingga berbuah tasyakur tak berujung. Itulah Pepeng.

Maha Besar Allah, Dia sedang menuntun sahabatku menuju pencerahan spiritual.


Selasa, 05 Mei 2015

Komedian & Bintang Film Pepeng “Jari-jari” Tutup Usia di Depok




PKSDEPOK -  Komedian Pepeng meninggal pada pagi ini (6/5) di Rumah Sakit Puri Cinere, Depok, Jawa Barat. Komedian sekaligus presenter bernama asli Ferrasta Soebardi itu meninggal karena komplikasi penyakit.

"Iya (komplikasi) Papa sudah lama dan banyak penyakitnya. Ada jantung juga," terang Gerimio, putra kedua Pepeng kepada detikHOT, Rabu (6/5/2015).

Menurut Gerimio, sang ayahanda meninggal sekitar pukul 10.00 WIB tadi pagi. "Sekitar jam 10 lebih," tambahnya.

Pepeng sudah lama melawan penyakitnya. Ia selama ini juga menderita Multiple Sclerosis, penyakit yang menyerang sistem syaraf pusat.

Karena penyakitnya itu, Pepeng mengalami kelumpuhan. Pada 2013 lalu, bintang film 'Sama-sama Enak' itu juga terkena serangan jantung. Pepeng meninggal dunia di usia 60 tahun. (ccm)


sumber :


Senin, 04 Mei 2015

Sabarlah Ikhwah I Fahri Hamzah


Sabarlah ikhwah, tak perlu kau yakinkan orang bahwa kau benar dan kita orang baik2. 

Dan tak perlu bersedih, kau belum apa2 hanya berita di layar kaca. Menangislah dalam sepimu.

Kebenaran takkan mendua, apa yg membuatmu yakin dan tenang adalah kebenaran. 

Sebaliknya kegelisahanmu hanya karena kau belum yakin dengan apa yg kau pegang. Kita memegang janji setia.

Sewaktu janjimu diambil kau masih belia. Dan kau yakin bahwa apapun meski langit runtuh kebenaran akan kita pegang. 

Waktu mengayunkan kaki kita, dunia makin gelap. Tanda-tanda makin tak jelas. Dan kita ada di dalamnya. 

Dan ketika kau tak sadar kadang kau merasa tak lagi murni dan keresahan mulai merogoh hatimu. 

Hela nafasmu sejenak ya ikhwah, lagi2 kau sedang diajar makna ikhlas...karena untuk apakah amal dan kerjamu? 

Jiwa kita yg diseret dunia bergetah ini adalah jiwa muda yang lentur kadang2 mudah luntur. 

Tataplah langit dan gemintang malam ini. Kau pasti tahu bahwa tidak mungkin ini semua main-main. GUSTI ALLAH ORA SARE. 

sumber :


Minggu, 03 Mei 2015

Depok Raih Penghargaan LPPD Terbaik Empat Kali Berturu-turut




PKSDEPOK– Pada HUT Kota Depok ke-16 pada Senin (27/4) lalu, Menteri Dalam Negeri menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Depok atas Prestasi Kinerja 10 (Sepuluh) Kota Terbaik Berdasarkan LPPD (Laporan Penyelenggaran Pemerintah Daerah) Tahun 2013.

Penghargaan ini adalah penghargaan keempat yang diraih Kota Depok selama (2) dua periode kepemimpinan Nur Mahmudi Ismail. Sebelumnya pada tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013 Pemerintah Kota Depok juga diberikan penghargaan yang sama dari Pemerintah Pusat.

LPPD adalah laporan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam kurun waktu I (satu) tahun anggaran berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Daerah yang disampaikan oleh Kepala Daerah kepada Pemerintah.

Sejumlah informasi mengenai dasar hukum LPPD yaitu Pasal 2 PP nomor 3 Tahun 2007, dan Surat Edaran Mendagri Nomor 120.04/5043/otda tanggal 10 Desember 2014 perihal Pedoman Penyusunan LPPD. Selain itu, di Depok ada Tim Penyusun LPPD yang di SK-kan oleh Walikota, yaitu Pejabat Eselon Tiga dan Eselon dua serta ada Tim Kecil LPPD yang didasarkan SP Setda.

Walikota Depok mengajak seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat tidak cepat berpuas diri dan tetap berusaha mewujudkan Kota Depok yang maju dan sejahtera. Selain itu, salah satu capaian kota Depok saat ini adalah bagi para murid SD, SMP, dan SMA Negeri di Kota Depok sudah bersekolah gratis. (Yrs/ccm)



Kamis, 30 April 2015

Konsep Bernegara Dalam Al Quran | Mang Oded

Rabu, 29 April 2015

Usia 16 tahun, Depok Raih Berbagai Prestasi



Depoknews.com – Meski baru berusia 16 tahun, Pemerintah Kota Depok sudah banyak meraih prestasi dari pemerintah pusat. “Kami bersyukur Kota Depok yang baru memasuki usia 16 tahun, usia yang relatif masih muda, sudah banyak prestasi dan penghargaan yang  diraih,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Fitriawan, kepada depoknews.com, Rabu (29/4/2015).

Pada hari jadi yang ke-16 ini, Pemkot Depok mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat karena dinilai sebagai pemerintah daerah yang berkinerja terbaik secara nasional hasil EKPPD 2014 (evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah). Pada hari Selasa, 28 April 2015, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi kepada Walikota Nur Mahmudi di Istana negara.

Menurut Fitriawan, penghargaan tersebut dijadikan pemacu semangat untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Kami terus berupaya menghadirkan pemerintahan daerah yang bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi publik dan masyarakat secara luas,” ujar Fitriawan.

Salah satu pembangunan yang manfaatnya langsung bisa dirasakan dan dinikmati masyarakat adalah pembangunan atau betonisasi jalan di banyak titik yang tersebar di seluruh Kota Depok. Tahun 2011, kegiatan betonisasi jalan kota telah mencapai hampir 89 persen dari target sebelumnya yang hanya sekitar 83 persen. Pada pengujung 2014, betonisasi sudah mencapai 95,52 persen. Betonisasi dan pelebaran jalan dilakukan di jalan utama hingga perkampungan.
 
Di bidang kesehatan, selain pemberian Jamkesda dengan jumlah kepesertaan yang semakin meningkat setiap tahunnya, Pemkot Depok telah membangun delapan Puskesmas baru dan membuat lima unit Puskesmas yang melayani masyarakat selama 24 jam. Saat ini, Pemkot Depok juga sedang membangun satu gedung baru untuk melengkapi fasilitas rumah sakit umum daerah.

Di sektor pendidikan, tahun 2011, mulai direalisasikan program pembangunan gedung SMK dan SMA di kecamatan yang wilayahnya belum ada SMK dan SMA. Sejak 2012, Pemkot Depok sudah membangun tiga unit sekolah SMK/SMA, yakni SMAN 9 di Cinere, SMKN 3 di Cimanggis, dan SMAN 10 di Bojongsari.

Pembangunan SMAN 11 dan SMKN 4 masih dalam proses realisasi karena terhambat pengadaan lahan. Hingga 2014, Kota Depok memiliki 10 SMA dan 3 SMK yang tersebar di 11 kecamatan. Selain itu, Kota Depok memiliki program pemberian beasiswa kepada 100 siswa berprestasi untuk melanjutkan kuliah di delapan perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Untuk pembangunan infrastruktur dan pemerintahan, Pemkot Depok telah membangun kantor Kecamatan Tapos, kantor Kecamatan Cipayung, kantor Kecamatan Bojongsari, dan kantor Kecamatan Cilodong yang merupakan lima kecamatan pemekaran. Selain itu, Pemerintah Kota Depok telah memiliki gedung pemerintahan yang terpadu di Gedung Dibaleka 2 dan memiliki Gedung Perpustakaan serta Gedung Parkir. Di luar kawasan itu, Pemkot Depok juga membantu pembangunan Gedung Palang Merah Indonesia di area Grand Depok City. (muj/tut)




 
Back To Top